Puluhan Warga Adukan Keuchik    

Puluhan warga Desa Meunasah Ujong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Kamis (19/3/2020) mengadukan keuchik setempat

Editor: hasyim
FOTO KIRIMAN MUNZIR SAPUTRA
Warga Desa Meunasah Ujong, Kecamatan Samudera mendatangi kantor Camat dan Bupati Aceh Utara mengadukan keuchik, Kamis (19/3/2020). 

LHOKSUKON – Puluhan warga Desa Meunasah Ujong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Kamis (19/3/2020) mengadukan keuchik setempat terkait pengelolaan APBG 2019, karena terindikasi adanya penyimpangan. Sebab, setelah dilaporkan ke Camat Samudera berulangkali, tapi belum ada juga penyelesaian sehingga mereka mengadu ke Kantor Bupati Aceh Utara.

Informasi yang diperoleh Serambi, puluhan warga tiba di kantor Camat sekira pukul 10:30 WIB. Kehadiran mereka untuk menemui camat guna mempertanyakan persoalan pengelolaan dana desa yang sudah dilaporkan sebelumnya kepada camat. Namun, sampai puku 11.30 WIB, warga tak bisa menemui camat. Akibatnya, warga langsung menuju ke Kantor Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe.

“Sebelumnya, kami sudah dua kali datang ke Kantor Camat untuk menanyakan hal itu, tapi belum juga ada penyelesaikan,” lapor  warga Desa Meunasah Ujong, Said kepada Serambi, kemarin.

Sementara perwakilan warga, Munzir Saputra kepada Serambi menyebutkan, warga tiba di Kantor Bupati Aceh Utara sekira pukul 13.30 WIB. “Karena sedang jam istirahat kami menuju ke kantin. Kemudian bertemu dengan Asisten I Dayan Albar dan Kabag Pemkim, Safrizal. Sehingga pertemuan langsung diadakan di kantin,” ujar Munzir.

Dalam pertemuan itu, warga secara bergantian terkait pengelolaan dana desa yang dinilai adanya indikasi penyimpangan. Antara lain pembangunan jalan aspal di luar wilayah Desa Ujong tanpa musyawarah. Kemudian tidak adanya pemasangan papan proyek di lokasi, pembangunan saluran yang belum selesai, dan sistem bagi hasil dalam penyertaan modal BUMG. “Persoalan lain tidak dibayarnya gaji keurani gampong selama sembilan bulan,” ujar Munzir.

Sementara itu, Kabag Pemerintah Mukim dan Gampong Pemkab Aceh Utara, Safrizal kepada Serambi menyebutkan, semua pengaduan yang disampaikan masyarakat sudah ditampung. Namun, untuk sementara penyelesaikan persoalan tersebut dipercayakan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Camat Samudera.

“Tadi Pak Asisten langsung menghubungi Camat untuk mengadakan pertemuan dengan keuchik, dan warga guna menyelesaikan persoalan tersebut. Kita berharap masyarakat dapat menuntaskan masalah itu dengan tenang,” ujar Safrizal.

Siap Pertanggungjawabkan

Keuchik Meunasah Ujong, Bakhtiar kepada Serambi menyebutkan, dirinya pada Jumat (20/3/2020) akan hadir ke Kantor Camat untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan warga. Ia mengaku siap mempertanggungjawabkan setiap pekerjaan tahun 2019. “Pembangunan drainase belum kita lakukan, dan dananya masih ada di rekening kas desa,” katanya.

Selain itu, gaji Keurani belum diserahkan karena terbentur dengan SK. Kalau gaji diberikan karena belum adanya SK malah menjadi temuan atau persoalan. Kini gaji tersebut juga masih berada di kas desa. “Kalau mereka memprotes untuk transparan, saya pikir sah-sah saja. Karena itu, memang hak warga dan risiko bagi saya,” kata Bakhtiar. Aksi tersebut, menurut keuchik, didalangi oleh satu orang.(jaf)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved