Senin, 11 Mei 2026

Berhasil Sembuh dari Covid-19, Wanita Ini Berpesan 'Jangan Panik dan Tetaplah di Rumah'

Kita perlu waspada dan tetap tinggal di rumah, mengisolasi diri kita dan orang lain," Kata Elizabeth dikuti dari South China Morning Post.

Tayang:
Editor: Amirullah
DAVID ALBRIGHT/AFP
Elizabeth Schneider berpose untuk AFP di rumahnya di Seattle, Washington pada 11 Maret 2020. Seorang wanita Amerika yang telah pulih dari Covid-19 memiliki pesan sederhana untuk orang-orang yang khawatir: Jangan panik-tetapi pikirkan tentang risiko individu yang lebih rentan dan tinggalah di rumah jika Anda merasa sakit. DAVID ALBRIGHT/AFP. 

Elizabeth kemudian mengonsumsi obat flu yang dijual bebas untuk mengobati gejala-gejalanya dan memanggil seorang teman untuk berjaga-jaga jika ia perlu dibawa ke UGD, namun beberapa hari setelahnya demamnya mulai turun.

Elizabeth mengikuti segala berita tentang Virus Corona.

Kasus Covid-19 di Amerika Serikat pertama kali terdeteksi di Washington pada akhir Januari 2020.

Washington kemudian menjadi pusat Virus Corona di negara itu dengan jumlah 1.376 kasus dan setidaknya ada 74 kasus meninggal.

Sedangkan di seluruh Amerika Serikat terdapat lebih dari 10 ribu kasus dengan 150 kasus meninggal.

Elizabeth merasa ia tidak memiliki gejala umum Virus Corona, seperti batuk atau sesak napas.

"Saya pikir, oke, ya itu jelas mengapa saya merasa saya tidak terinfeksi Virus Corona," kata Elizabeth.

Ia terkena flu, namun menganggap penyakitnya berbeda.

Santri Dayah di Suak Putong Nagan Raya Keliling Desa, Gelar Doa dan Zikir Tolak Wabah Corona

Disebut Efektif Atasi Virus Corona, Ini Efek Samping Klorokuin, Jangan Konsumsi Sembarangan!

Kunjungannya ke dokter hanya akan membuatnya diminta untuk pulang, istirahat, dan minum banyak cairan.

Namun, beberapa hari kemudian ia menemukan sebuah postingan di Facebook temannya bahwa beberapa orang dari sekelompok orang tersebut mengalami gejala yang serupa dan Elizabeth mulai menaruh curiga pada penyakitnya.

Beberapa dari orang-orang tersebut pergi ke dokter mereka, di mana mereka dinyatakan negatif flu, tetapi tidak ditawari tes Covid-19 karena mereka tidak batuk atau mengalami kesulitan bernapas.

Elizabeth merasa bahwa jika ia pergi ke dokter kemungkinan ia juga akan ditolak untuk tes, akhirnya ia memutuskan untuk mendaftar dalam program penelitian yang disebut Seattle Flu Study, berharap melalui ini dapat memberinya jawaban.

Tidak lama, tim peneliti mengirimi Elizabeth alat swab hidung, yang langsung ia pasang dan menunggu hasilnya beberapa hari kemudian.

"Saya akhirnya mendapat telepon dari salah satu koordinator riset pada Sabtu (7/3/2020) yang mengatakan bahwa saya telah dites positif Covid-19.

Saya sedikit terkejut, karena saya pikir itu sedikit agak keren," aku Elizabeth.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved