Minggu, 26 April 2026

Cegah Corona, Presiden Erdogan Siapkan Paket Ekonomi Rp 250 Triliun

Stimulus tersebut mencakup penundaan pembayaran utang dan pemotongan pajak di berbagai sektor

Editor: Amirullah
AFP/ADEM ALTAN
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (AFP/ADEM ALTAN) 

Laporan Reporter Barly Haliem

SERAMBINEWS.COM, ANKARA -  Pemerintah Turki menggelontorkan paket stimulus ekonomi senilai 100 miliar lira Turki atau sekitar US$ 15,4 miliar.

Nilai paket ekonomi yang setara sekitar Rp 250 triliun itu untuk mengatasi dampak ekonomi dari virus corona (Covid-19).

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengumumkan paket ekonomi itu, Kamis (19/3/2020).

Stimulus tersebut mencakup penundaan pembayaran utang dan pemotongan pajak di berbagai sektor, usai pertemuan untuk membahas langkah-langkah mengatasi pandemi di Istana Cankaya di Ankara.

"Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk penerbangan domestik sudah dipotong dari 18% menjadi 1% selama tiga bulan ke depan," ujar Erdogan seperti dikutip dari kantor berita Turki, Anadolu Agency, Sabtu (21/3/2020).

Dia menambahkan, pajak akomodasi juga tidak akan diberlakukan hingga November 2020.

Disebut Tak Tepati Janji, Anwar Ibrahim Mengaku Sudah Tak Percaya Lagi Mahathir Mohamad

Selama Penanganan Covid-19, Polri Akan Tindak Seluruh Kegiatan Pengumpulan Massa

Cegah Covid-19, Nova Iriansyah Minta Masyarakat Aceh di Rantau tidak Mudik

Selain itu, premi jaminan sosial dan pengurangan PPN di berbagai sektor, termasuk ritel, mal, baja dan besi, otomotif, logistik, dan tekstil, telah ditangguhkan selama enam bulan.

Untuk mempertahankan tingkat pemanfaatan kapasitas, pemerintah menambah dukungan keuangan untuk saham bagi para eksportir.

"Turki juga menggandakan batas dana jaminan kredit menjadi 50 miliar lira Turki (US$ 7,70 miliar) dari 25 miliar lira (US$ 3,35 miliar)," imbuh Erdogan.

Jika dirinci lebih lanjut, Erdogan menetapkan sembilan langkah gabungan antara paket ekonomi dan penegakan hukum. Selain mengantisipasi penyebaran corona, stimulus ini juga bertujuan menjaga daya beli konsumen.

Pertama, pembayaran utang para pedagang ke bank ditunda dan ditanggung sementara oleh pemerintah. Para debitur kecil itu diberi keringanan untuk membayar cicilan selama satu tahun ke depan.

Kedua, PPN sektor penerbangan dipangkas, dari 18 persen menjadi 1 persen.

Fakta Tegar Septian Mantan Penyanyi Cilik Nikah Muda dengan Janda Cantik, Lebih Tua Istri 5 Tahun

Rusia Berhasil Redam Wabah Virus Corona, Ini Resep Jitu yang Dipakai Presiden Vladimir Putin

Ketiga, paket layanan khusus bagi para pensiunan lanjut usia (usia). Yakni, pengantaran uang pensiun ke rumah bagi lansia serta tambahan paket masker dan hand sanitizer.

Keempat, petugas medis mendapatkan tambahan gaji dan fasilitas, serta tambahan pasokan makanan bergizi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved