Breaking News:

Wabah Corona

Penelitian Terbaru Covid-19, Ternyata Virus Corona Mampu Bertahan 3 Jam di Udara,Ini Penjelasan Ahli

Virus yang menyebabkan COVID-19, dapat hidup di udara dan di permukaan antara beberapa jam dan beberapa hari

ANADOLU AGENCY/ISSAM RIMAWI
Pekerja medis melakukan tes COVID-19 di Laboratorium Sentral Kementerian Kesehatan Palestina di kota Ramallah, Tepi Barat pada 16 Maret 2020. 

SERAMBINEWS.COM - Carolyn Machamer, ahli biologi sel yang berspesialisasi dalam coronavirus, membahas penelitian terbaru tentang virus yang menyebabkan COVID-19.

Menurut sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, dapat hidup di udara dan di permukaan antara beberapa jam dan beberapa hari.

Dikutip Serambinews.com dari website penelitian John Hopkins University (hub.jhu.edu), disebutkan, studi ini menemukan bahwa virus corona jenis baru ini dapat bertahan hingga 72 jam pada plastik, 48 jam pada stainless steel, 24 jam pada kardus, dan 4 jam pada tembaga.

Virus ini juga terdeteksi bisa bertahan di udara selama tiga jam.

Carolyn Machamer, seorang profesor biologi sel yang labnya di Fakultas Kedokteran Johns Hopkins telah mempelajari biologi dasar coronavirus selama bertahun-tahun.

Dia bergabung dengan Samuel Volkin, kandidat MPH/MBA di Johns Hopkins University.

Mereka melakukan diskusi singkat tentang temuan ini dan apa artinya bagi upaya untuk melindungi dari penyebaran virus.

"Percakapan telah diedit untuk mudah dipahami," tulis Samuel Volkin dalam website tersebut.

Volkin: Menurut laporan ini, sepertinya virus COVID-19 berpotensi hidup di permukaan selama berhari-hari.

Seberapa khawatirkah kita terhadap risiko terinfeksi hanya dengan menyentuh sesuatu yang telah dihubungi orang yang terinfeksi beberapa hari yang lalu?

Halaman
1234
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved