Berita Banda Aceh

Polda Aceh Musnahkan 1 Ton Ganja dan Puluhan Kilogram Sabu, Ini Rinciannya

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Aceh, memusnahkan 1 ton lebih (1.072,9) ganja kering hasil Operasi Antik Rencong I 2020,

For Serambinews.com
Ditresnarkoba Polda Aceh memusnahkan narkoba hasil Operasi Antik Rencong I 2020, di halaman belakang Mapolda Aceh, Selasa (24/3/2020). 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Aceh, memusnahkan 1 ton lebih (1.072,9) ganja kering hasil Operasi Antik Rencong I 2020, Selasa (24/3/2020).

Selain 1 ton lebih ganja kering dan 1.041 batang pohon ganja, puluhan kilogram sabu-sabu mencapai 41.296,41 gram (41 kilogram lebih) juga ikut dimusnahkan bersama 2.644 pil ekstasi.

Seluruh barang bukti narkoba yang dimusnahkan di halaman belakang Mapolda Aceh tersebut hasil yang ditemukan dalam Operasi Antik Rencong I 2020.

Pemusnahan tersebut langsung dipimpin Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada, MPhil bersama sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda Aceh lainnya.

Pada saat pemusnahan itu hadir Kepala BNNP Aceh, Kasdam IM, Ketua DPRA, Kakanwil Kemenkumham Aceh, Kepala Kejaksaan, dan tokoh agama Serta undangan lainnya. Di samping itu dari Polda aceh, juga hadir Wakapolda, Irwasda, serta para pejabat utama, termasuk Dirresnarkoba, dan personel Polda Aceh lainnya.

Untuk barang bukti narkotika jenis sabu dan ekstasi dimusnahkan dengan cara dimasukkan ke dalam alat yang berupa mesin Icinerator. Lalu jenis ganja kering dan pohon ganja dimusnahkan dengan cara dibakar.

VIDEO Seribuan Warga di Bireuen Keliling Desa, Sambil Lantukan Doa Tolak Bala dan Kumandangkan Azan

Jika Ibu Hamil Terserang Corona, Bagaimana Janin yang Dikandungnya? Simak Penjelasan Dokter Ini

Cegah Penyebaran Covid-19, Tim Gabungan Semprot Disinfektan di Masjid dan Terminal Idi



Kapolda Aceh,Irjen Pol Drs Wahyu Widada MPhil, dalam sambutannya menyampaikan pemerintah sudah menyatakan perang terhadap narkoba.

"Aceh adalah pintu masuk utama narkoba ke Indonesia, selain jalur timur Sumatera Utara dan Riau," kata jenderal bintang dua ini.

Untuk itu, lanjut Kapolda Aceh ini, penanganan narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat dan instansi terkait. Melainkan diperlukan peran semua pihak, termasuk ulama yang dapat memberikan tausiyah untuk generasi muda, kata Kapolda.

"Mari kita singkirkan pelan-pelan dan ganti tanaman lain yang memberi nilai positif," ujar Irjen Wahyu Widada.

Selanjutnya, ajak Kapolda Aceh ini, semua pihak bersama-sama berkolaborasi dan pintar-pintar memiliki teman, sehingga kehidupan dijauhkan dari pengaruh bahaya narkoba, pungkas Irjen Wahyu Widada. (*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved