Luar Negeri
Malaysia Perpanjang Lockdown hingga 14 April, Catatkan Infeksi Covid-19 Tertinggi di Asia Tenggara
Malaysia mengumumkan perpanjangan masa lockdown hingga 14 April setelah mencatatkan kasus infeksi virus corona tertinggi di Asia Tenggara.
Kecuali supermarket, toko kelontong, atau toko yang menjual kebutuhan harian.
Terkait kebutuhan harian, pengganti Mahathir Mohamad ini meminta masyarakat tidak sampai berbondong-bondong melakukan panic buying.
"Anda tidak perlu sampai menimbun makanan karena persediannya cukup.
Saya bisa memastikan stok pangan cukup. Saya paham Anda terbebani, tapi saya tak punya pilihan lain," jelas dia.
Sebagai bentuk ketegasan Kuala Lumpur, tentara pun dikerahkan dengan para pelanggar diancam denda hingga 1.000 ringgit, atau Rp 3,7 juta, atau penjara enam bulan.
Selain mencatatkan 1.796 kasus infeksi, tertinggi di Asia Tenggara, Malaysia juga melaporkan 16 korban meninggal karena virus corona.
Dokter di Malaysia: Saya Kerja untuk Anda, Anda Duduk Rumah untuk Saya
Dikutip dari The Star, seorang dokter di rumah sakit Pantai, Penang, Malaysia menunjukkan sebuah tulisan dalam unggahannya di Facebook.
Tulisan itu berbunyi, "Aku bekerja di sini untuk kalian, kalian tetap di rumah, #DudukRumah."
Unggahan ini telah dibagi sebanyak 49 ribu kali sejak pertama kali tayang sekitar Rabu siang (18/03/2020).
Unggahan itu menerima sejumlah respon yang mengapresiasi sang dokter dan petugas medis lain yang berkontribusi merawat pasien Covid-19.
Tanda pagar (#DudukRumah) mengisyaratkan kepada warga Malaysia untuk tetap berada di rumah dan keluar hanya jika membeli kebutuhan yang diperlukan saja.
Termasuk, tidak menghadiri acara besar seperti tabligh akbar yang terjadi tiga hari lalu, pada Minggu (15/03/2020).
Sebanyak 12 warga Malaysia terjangkit virus corona seusai menghadiri acara besar tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/perdana-menteri-malaysia-muhyiddin-yassin-berbicara-dalam-konferensi-pers.jpg)