Luar Negeri

Pemerintah Iran Tolak Bantuan LSM Asing Atasi Covid-19, Padahal Angka Kematian Hampir Dua Ribu Orang

Seorang pejabat senior Iran pada Selasa (24/03/2020) mengesampingkan bantuan dari asing untuk membantu menangani wabah virus corona

Editor: Faisal Zamzami
ABEDIN TAHERKENAREH
Korban meninggal karena virus corona di Iran meningkat EPA-EFE/ABEDIN TAHERKENAREH (ABEDIN TAHERKENAREH) 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Seorang pejabat senior Iran pada Selasa (24/03/2020) mengesampingkan bantuan dari asing untuk membantu menangani wabah virus corona ketika angka kematian akibat wabah itu mendekati dua ribu orang.

Alireza Vahabzadeh, Penasihat Menteri Kesehatan Iran mengatakan dalam kicauannya di Twitter, "karena mobilisasi nasional Iran terhadap wabah dan penggunaan kapasitas medis angkatan bersenjata, Iran tidak merasa bantuan asing dalam pengaturan tempat tidur rumah sakit diperlukan.

Jadi, kehadiran mereka kami kesampingkan," ujarnya.

Dokter tanpa batas, Médecins Sans Frontières ( MSF) pada Minggu (22/03/2020) mengatakan bahwa pihak mereka berencana mengirim tim dan peralatan untuk mendirikan 50 tempat tidur rumah sakit.

Hal itu membangkitkan perlawanan dari kalangan ultra-konservatif di Republik Islam Iran yang menuduh staf MSF akan bekerja sebagai mata-mata di Iran.

 Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour sebelumnya mengatakan sebanyak 1.762 kasus baru terjadi dalam 24 jam terakhir.

Angka itu menambah jumlah kasus infeksi menjadi 24.811.

Dalam sebuah pernyataan, pihak MSF mengatakan telah memperoleh izin dari pihak berwenang di Iran.

Mereka juga menyuarakan ketidakpahaman mereka atas bantuan yang ditolak.

Padahal dua pesawat kargo telah tiba di negara itu membawa peralatan yang diperlukan untuk membangun fasilitas yang dibutuhkan.

Sembilan orang tim medis internasional termasuk dua dokter perawatan intensif telah tiba di Esfahan dan disambut oleh otoritas setempat.

LSM itu menyatakan siap untuk mempekerjakan kembali staf mereka dan juga kapasitas perawatan di tempat lain di Iran atau dengan cepat memindahkan tim mereka ke negara-negara lain di kawasan itu di mana masih banyak yang membutuhkan.

Iran memiliki angka kematian tertinggi keempat di dunia akibat virus corona setelah Italia, China dan Spanyol.

Tapi tidak seperti negara lain, Iran belum menerapkan lockdown pada warganya.

Sebaliknya, pada liburan Tahun Baru Persia (Nowruz) dua pekan kemarin, jalanan penuh dengan orang-orang banyak yang berlibur mengunjungi keluarga mereka.

Meski pihak berwenang Iran telah meminta warganya untuk tetap di rumah, juga menutup pusat belanja dan rekreasi, warga Iran tetap banyak yang turun ke jalan pada perayaan Tahun Baru Nowruz.

Menurut Jahanpour, terdapat sepertiga staf pemerintah yang bekerja di kantor dan hanya mengurus administrasi vital untuk publik.

Dia juga mengabarkan kalau seluruh staf pemerintah yang bekerja mempraktikkan jarak sosial atau social distancing.

Pimpinan tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah meminta warga Iran untuk mengikuti instruksi dari pemerintah.

"Sehingga Tuhan Yang Maha Kuasa akan mengakhiri musibah yang menimpa bangsa Iran, yang menimpa seluruh umat Islam dan seluruh umat manusia." Pada Selasa (24/03/2020), kepala hak asasi manusia PBB menyerukan sanksi kepada negara-negara termasuk Iran harus segera dievaluasi kembali karena kondisi wabah global.

Evaluasi itu diharapkan mampu menghindari potensi sistem medis yang hancur.

Michelle Bachelet mengatakan, "Pada situasi genting seperti ini, juga untuk alasan kesehatan masyarakat global, dan mendukung hak asasi bagi jutaan warga di seluruh dunia, sanksi sektoral harus segera dihapus mau pun ditangguhkan."

Bahkan sebelum wabah melanda, Bachelet menunjukkan bahwa laporan hak asasi manusia berulang kali menekankan dampak dari sanksi sektoral akan akses obat-obatan esensial dan peralatan medis di Iran.

Termasuk alat respirator dan alat pelindung bagi petugas kesehatan.

Bachelet juga menekankan bahwa sebanyak lebih dari 50 petugas medis di Iran telah meninggal sejak kasus Covid-19 merebak pertama kali di negara itu.

Tak hanya itu, musibah lain juga terjadi di Iran.

Berdasarkan laporan juru bicara layanan penyelamatan Iran kepada media Perancis AFP, banjir akibat hujan lebat sejak Minggu (22/03/2020) di Iran di wilayah provinsi-provinsi barat telah menewaskan sedikitnya 12 orang dan dua orang lain dinyatakan hilang.

Dengar Suara Gaduh di Kamar Sebelah, Pria Ini Kaget Dapati Pacarnya Selingkuh dengan Pria Paruh Baya

Petinju Swedia Ini Tak Mau Tes Covid-19, Pernah Bikin Pelipis Tyson Fury Harus Dijahit 47 Kali

Mulai Besok, Kemenag Aceh Wajibkan Pegawainya Kerja dari Rumah, Antisipasi Virus Corona

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemerintah Iran Tolak Bantuan LSM Atasi Virus Corona", 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved