Berita Abdya
Pospera Abdya Nilai Keuchik Tak Serius Awasi Warga yang Pulang dari Malaysia dan Luar Daerah
Hal tersebut disampaikan oleh ketua Pospera Abdya, Harmansyah yang melihat daftar orang dalam pantau (ODP) di Abdya masih sangat minim.
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Yusmadi
Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Ketua Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Harmansyah menilai keuchik dan perangkat desa tidak pro aktif dalam penanganan dan pencegahan penyebaran virus corona di Abdya.
Hal tersebut disampaikan oleh ketua Pospera Abdya, Harmansyah yang melihat daftar orang dalam pantau (ODP) di Abdya masih sangat minim.
"Coba bayangkan, sejauh ini hanya beberapa orang saja yang masuk dalam ODP," kata ketua Pospera Abdya, Harmansyah.
Padahal, kata Harmansyah, informasi yang diperoleh, hampir setiap hari ada warga yang pulang dari tempat terjangkit mulai dari Malaysia, Singapura, Kalimantan, Jakarta, Bandung, Medan dan beberapa provinsi lainnya.
"Kalau tidak salah saya, jumlah warga yang pulang dari Malaysia dan tempat terjangkit sudah puluhan. Anehnya, ada yang kami temui, sudah lima hari pulang dari Malaysia, sampai sekarang dia bebas berkeliaran. Ini kan sangat berbahaya," ungkapnya.
• ODP di Aceh Tamiang Bertambah Menjadi 41 Orang, Tiga Orang Selesai Jalani Pemantauan
• Anggota DPRA Minta Pemerintah Aceh Bergerak Cepat Tanggulangi Covid-19
• Seribu Lebih CPNS di Pidie yang Lulus Passing Grade Gagal Ikut SKB, Formasi Guru Mendominasi
Harusnya, tambah Harmansyah, setiap warga yang pulang dari tempat yang terjangkit virus corona, keuchik haruslah melapor dan meminta warga tersebut diperiksa oleh petugas terlebih dahulu.
"Jangan takut dengan status ODP. Karena, jika tidak diperiksa, tiba-tiba yang bersangkutan terjangkit, kan lebih bahaya lagi," katanya.
Untuk itu, ia meminta warga yang baru pulang agar jujur, dan harus bersedia diperiksa dan cek kesehatannya, sehingga bisa diantisipasi sejak dini.
Selain itu, Harmansyah meminta Bupati Abdya segera membuat surat tertulis kepada masing-masing keuchik, agar melapor setiap warganya yang baru pulamg dari luar negeri dan luar daerah.
"Ini untuk keselamatan kita bersama. Jika perlu, umumkan setiap sore di masjid dan musalla, dengan cara seperti ini, maka upaya pencegahan virus corona akan kita atasi bersama," tutup Harmansyah. (*)