Rabu, 15 April 2026

Corona di Aceh

Wabah Corona, Harga Ikan Anjlok Ekonomi Nelayan Aceh Singkil Terpukul

Kondisi itu menyebabkan pengepul ikan banyak yang tutup. Imbasnya nelayan tak mendapat penghasilan.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Nelayan Gosong Telaga, Singkil Utara, Aceh Singkil, pulang menangkap ikan dari laut, Minggu (23/2/2020) 

Kondisi itu menyebabkan pengepul ikan banyak yang tutup. Imbasnya nelayan tak mendapat penghasilan.

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Wabah virus Corona (Covid 19) mulai memukul sendi-sendi perekonomian masyarakat Aceh Singkil. Terutama nelayan menyusul anjloknya harga ikan.

Bukan hanya harganya yang murah, untuk jenis ikan ekspor sama sekali tak laku.

Kondisi itu menyebabkan pengepul ikan banyak yang tutup. Imbasnya nelayan tak mendapat penghasilan.

Rahim pengepul ikan di Kuala Baru, Kamis (26/3/2020) mengatakan, dirinya masih membeli ikan dari nelayan. Hanya saja harganya murah serta dalam jumlah sedikit.

Sebab tidak lagi bisa diekspor dan dikirim ke Medan, Sumatera Utara. "Saya masih beli ikan dari nelayan terdorong rasa kasihan. Kalau tidak dibeli mau dijual kemana, hanya saja murah dan tidak bisa banyak-banyak," ujarnya.

Bupati Sarkawi Pimpin Langsung Penyemprotan Disinfektan ke Seluruh Kecamatan di Bener Meriah

Penumpang Kapal ke Sabang Wajib Isi Form Surveilans Migrasi Pendataan Covid-19

Cegah Corona, Tim Gabungan Semprot Fasilitas Publik Aceh Singkil Gunakan Cairan Disinfektan

Menurut Rahim, bukan tanpa alasan harga ikan anjlok. Sebab saat dijual ke pasar minim pembeli. "Saya masih bisa beli kepada nelayan, cara menjualnya keliling oleh anggota. Tapi tidak banyak," kata Rahim.

Kondisi serupa disampaikan Camat Pulau Banyak, Mukhlis. Menurutnya ikan merupakan tulang punggung pergerakan ekonomi masyarakat di daerahnya.

Namun harganya saat ini murah sehingga sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat. "Ikan murah, cukup mengganggu perekonomian masyarakat," kata Camat.

Berdasarkan informasi harga ikan kualitas ekspor seperti tenggiri Rp 25 ribu per kilo. Padahal sebelumnya Rp 50 ribu per kilo.

Kemudian ikan kuwe gerong atau belitong (giant trevally) dari sebelumnya Rp 30 ribu per kilo menjadi Rp 12 ribu. Lalu kakap dari sebelumnya Rp 60 ribu turun drastis menjadi Rp 30 ribu.

Di Kabupaten Aceh Singkil, ada lima kecamatan yang perekonomiannya ditopang dari sektor perikanan laut. Masing-masing Kecamatan Pulau Banyak, Pulau Banyak Barat, Kuala Baru, Singkil dan Kecamatan Singkil Utara.

Sejauh ini belum ada kebijakan dari Pemkab Aceh Singkil, sebagai antisipasi terpukululnya perekonomian masyarakat.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved