Rabu, 6 Mei 2026

Luar Negeri

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Positif Covid-19, Kini Dikarantina

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyatakan melalui video yang diunggah di Twitter bahwa dia positif menderita virus corona (Covid-19).

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
AFP/IAN VOGLER
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menggelar konferensi pers guna memberi keterangan harian terkait respons pemerintah melawan wabah virus corona (Covid-19) di Downing Street 10, London, pada 22 Maret 2020. Johnson menyatakan dia terkena virus corona. (AFP/IAN VOGLER) 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyatakan melalui video yang diunggah di Twitter bahwa dia positif menderita virus corona (Covid-19).

Gejala yang dialaminya ringan, sedikit demam dan batuk yang frekuentif selama 24 jam.

Berdasarkan saran Otoritas Kesehatan Inggris, Boris diminta untuk uji virus corona.

Ternyata hasilnya positif.

Johnson terlihat di depan umum hari Kamis malam (26/03), ikut dalam acara nasional bertepuk tangan sebagai tanda ucapan terima kasih kepada petugas Badan Kesehatan Nasional Inggris, NHS (National Health Service).

Dalam video melalui akun Twitternya, Johnson, 55, mengatakan, "Saya bekerja dari rumah dan mengisolasi diri dan inilah hal yang tepat untuk dilakukan."

"Saya berterima kasih ke semua pihak yang terlibat dan tentu saja para staf NHS yang luar biasa."

Dilansir dari The Guardian, Johnson pun mengatakan kalau dirinya mulai dikarantina dan bekerja dari rumah.

Dia menulis di status Twitternya tentang kondisinya saat ini.

"Selama kurun waktu 24 jam terakhir, saya mengalami gejala ringan yang ternyata setelah dites saya mengidap Covid-19.

Kini saya dikarantina, namun saya masih akan terus memimpin respons pemerintah melalui video konferensi terkait perlawanan terhadap wabah virus corona.

Bersama kita bisa melawan virus ini. #StayHomeSaveLives."

Padahal, sehari sebelumnya, Boris Johnson baru saja menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh petugas medis.

Kepada para dokter, perawat, staf NHS (Layanan Kesehatan Nasional) Inggris dan seluruh pekerja yang bertugas di garda depan perlawanan terhadap virus corona dengan memberi tepuk tangan.

Johnson menyatakan dalam videonya, dia meminta warga Inggris untuk tetap berada di rumah agar tidak tertular dan menghentikan penularan infeksi virus corona.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved