Breaking News:

Update Corona di Sabang

Kapal Cepat Distop, Kapal Feri Berlayar Sehari Sekali ke Sabang

Maka saat ini pelayaran rute Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh – Pelabuhan Balohan Sabang hanya dilayari oleh kapal ferry atau kapal lambat.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Kapal KMP BRR saat akan menuju ke Sabang beberapa waktu lalu. 

Maka saat ini pelayaran rute Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh – Pelabuhan Balohan Sabang hanya dilayari oleh kapal ferry atau kapal lambat.

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pemko Sabang Sabang menghentikan pengoperasian kapal cepat (express bahari) untuk pencegahan, mengingat kasus itu semakin bertambah di Indonesia, termasuk Aceh.

Wali Kota Sabang, Nazaruddin S.I.Kom atau yang akrab disapa Tengku Agam mengatakan, setelah dihenhtikannya operasional kapal cepat Express bahari.

Maka saat ini pelayaran rute Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh – Pelabuhan Balohan Sabang hanya dilayari oleh kapal ferry atau kapal lambat.

Katanya, dihentikannya pelayaran kapal cepat diputuskan dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sabang dan instansi terkait pada Jumat (27/3/2020) pagi.

Cegah Virus Corona, Kapal Cepat Sabang-Banda Aceh Dihentikan Operasi

VIDEO - Melihat Masjid Al-Jihad Banda Aceh Kini Mulai Sepi, Lafaz Azan Diganti Sementara

PMI Subulussalam Bantu Minuman Bergizi untuk Tim Medis Penanganan Corona

"Kapal ferry tetap beroperasi, namun hanya satu trip setiap harinya terhitung mulai hari Sabtu tanggal 28 Maret 2020," kata Tgk Agam, Jumat (27/3).

Ia menambahkan, kendaraan roda empat yang diperbolehkan untuk keluar masuk Sabang juga dibatasi, hanya untuk mobil yang memiliki kepentingan khusus.Sedangkan mobil penumpang tidak diizinkan untuk dinaikkan ke atas kapal menuju ke Sabang.

"Khusus untuk operasional kapal ferry hanya diperuntukkan mobil pengangkut bahan pokok dan logistik lainnya, mobil ambulance, mobil pemadam kebakaran dan mobil dinas tertentu yang diizinkan Pemko Sabang," katanya.

"Pemerintah Kota Sabang juga mulai membatasi penumpang kapal ferry maksimal 50 persen dari jumlah maksimal penumpang sesuai sertifikat," tandasnya.

Tgk Agam mengaku khawatir terhadap COVID-19 yang tengah merebak di Indonesia, terlebih lagi bila menjangkit warganya di Sabang. Mengingat di Aceh sudah ada pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia, hingga saat ini sudah empat pasien positif di Aceh.

Oleh karena itu, Pemko Sabang terus berupaya mengantisipasi penyebaran virus tersebut agar tidak merebak ke Kota Sabang. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved