Luar Negeri

Israel Masih Gempur Palestina di Tengah Wabah Virus Corona

Dalam satu insiden yang sangat mengejutkan, dari sebuah video pekan ini, pasukan pendudukan Israel mengusir seorang pekerja Palestina.

REUTERS/Middle East Eye
Tahanan Palestina di Penjara Ashkelon Israel 2004 (REUTERS/Middle East Eye) 

SERAMBINEWS.COM, YERUSALEM - Dilansir dari Middle East Monitor, Asa Winstanley seorang jurnalis investigasi di London menulis betapa Israel justru mempercepat dan meningkatkan kediktatoran militer untuk lawan Palestina.

Winstanley memberi contoh, terbatasnya jumlah pekerja Palestina yang diizinkan bekerja di luar Tepi Barat tidak diberikan hak dan perlindungan oleh Israel.

Mereka malah dipisahkan dari keluarga mereka selama dua bulan dan keluarga mereka pun tidak diizinkan untuk tinggal di Israel karena rezim apartheid mereka.

Dalam satu insiden yang sangat mengejutkan, dari sebuah video pekan ini, pasukan pendudukan Israel mengusir seorang pekerja Palestina.

Mereka membuangnya di sisi jalan di Tepi Barat, di dekat sebuah pos pemeriksaan.

Rezim pendudukan militer Israel terus berlanjut, dengan serangan terhadap penduduk sipil Palestina.

Tak hanya itu, tindakan lain di antaranya penangkapan di malam hari, pembunuhan dan tindak pelanggaran lainnya.

Satu-satunya yang berbeda dari Israel adalah kini prajurit mereka memakai masker wajah karena adanya wabah Covid-19.

Di tengah perang terhadap wabah Covid-19, Israel bukannya melakukan tindakan perlindungan untuk kesehatan dan keselamatan bersama baik Palestina mau pun Israel sendiri.

Justru mereka masih menggempur Palestina dengan tindakan represif, kriminal dan kekerasan.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved