Update Corona di Aceh Singkil
Cegah Penyebaran Corona, Kajari Aceh Singkil: Jangan Takut Gunakan Anggaran
Menurutnya tidak perlu takut, asalkan anggaran yang digunakan tidak merugikan keuangan negara.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Singkil, Amrizal Tahar, menilai masih ada ketakutan menggunakan anggaran dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di daerah itu.
Menurutnya tidak perlu takut, asalkan anggaran yang digunakan tidak merugikan keuangan negara.
"Saya lihat takut gunakan anggaran, Jangan takut," kata Kajari, saat rapat evaluasi perceparan penanganan Covid-19 di kantor Bupati Aceh Singkil, Senin (30/3/2020).
Kajari menegaskan dalam situasi darurat jangan pernah berpikir mau dapat sesuatu. Hari ini sebutnya, jadikan pekerjaan sebagai pengabdian kepada negara.
"Jangan pikirkan saya dapat apa. Hari ini lagunya ganti semua padamu negeri," tegas Amrizal disambut tepuk tangan.
• Warga Langsa Status ODP Berkurang Jadi 14 Orang, 1 Orang Sudah Lewati 14 Hari Pemantauan
• Kisah Bayi 7 Minggu Positif Terjangkit Virus Corona, Sang Ibu Bagikan Gejala Awal Putranya
• Balitbangkes Nyatakan Almarhum EY Asal Aceh Utara Negatif Covid-19
Sebelumnya Kapolres Aceh Singkil, AKBP Mike Hardy Wirapraja menilai mekanisme kerja penanggulangan Covid-19 masih mengawang-ngwang.
Oleh karena itu, ia mengusulkan dimulai dengan menyusun struktur gugus tugas sesuai edaran Mendagri.
Setelah itu berlanjut menyusun rencana kerja dan menghitung anggaran.
"Saya lihat masih ngawang-ngawang, ayo kita fokus," ajaknya.
Sementara Wakil Bupati Aceh Singkil, Sazali, menyatakan gugus tugas yang telah terbentuk sebelumnya tetap bekerja sambil menunggu struktur baru.
"Yang telah bertugas di pos perbatasan terus bekerja begitu juga dengan tim lain. Tidak ada alasan menunggu struktur baru," tukasnya.
Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid yang memimpin rapat berbicara lebih tegas lagi. Bahwa semua aparatur di daerahnya jangan hanya buat catatan rapat dan usul saja.
Tetapi harus bekerja melaksanakan yang menjadi keputusan rapat.
Dulmusrid menyebutkan, semua program harus dibuat tercatat dan jelas targetnya. Jangan sampai anggaran habis, tapi hasil kerja tidak jelas.
"Kerja nyata, jangan dicatat tidak ada kerja. Posko misalnya harus jelas berapa personel jaga, kerjanya apa," kata Bupati.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/gugus-tugas.jpg)