Rabu, 3 Juni 2026

Selebrasi Lokal 2026

Kapolda Aceh Ajak Masyarakat Hindari Judi dan Jaga Kamtibmas Selama Piala Dunia 2026

Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama perhelatan..

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO/HUMAS POLDA ACEH
JAGA KAMTIBMAS – Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah mengajak masyarakat untuk menjaga kamtibmas selama perhelatan Piala Dunia 2026. Gambar ini direkam beberapa waktu lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Kapolda Aceh mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban selama perhelatan FIFA World Cup 2026 dengan tidak terlibat perjudian, provokasi, maupun tindakan yang dapat memicu konflik antarsuporter.
  • Kapolda juga mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar mematuhi aturan hak siar resmi untuk kegiatan nonton bareng serta tidak melakukan pengrusakan fasilitas umum jika tim yang didukung mengalami kekalahan.
  • Masyarakat Aceh harus tetap menjunjung sportivitas dan nilai Syariat Islam.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama perhelatan Piala Dunia 2026 serta menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum, termasuk praktik perjudian.

Menurut Kapolda, Piala Dunia merupakan pesta olahraga yang dinantikan jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia, termasuk masyarakat Aceh. Karena itu, momentum tersebut diharapkan dapat menjadi sarana hiburan yang positif sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

"Kita memahami bahwa sepak bola merupakan olahraga yang sangat diminati masyarakat. Jadi, mari kita nikmati pertandingan Piala Dunia sebagai ajang hiburan dan silaturahmi dengan tetap menjaga kamtibmas serta tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan dukungan terhadap tim atau negara tertentu," ujar Irjen Marzuki saat dikonfirmasi Serambinews.com, Selasa (2/6/2026).

Irjen Marzuki menegaskan, masyarakat tidak boleh memanfaatkan euforia Piala Dunia sebagai ajang perjudian dalam bentuk apa pun. Ia mengingatkan bahwa perjudian, baik yang dilakukan secara langsung maupun melalui platform daring, merupakan tindak pidana yang memiliki konsekuensi hukum.

"Jangan karena berbeda dukungan kemudian saling mengejek, menghina, menyebarkan ujaran kebencian, atau melakukan provokasi yang dapat memicu konflik. Sepak bola harus menjadi sarana pemersatu, bukan justru menimbulkan perpecahan maupun gangguan kamtibmas," ujarnya.

Selain persoalan perjudian, Irjen Marzuki juga mengingatkan masyarakat, pelaku usaha, dan pengelola tempat umum untuk mematuhi ketentuan terkait hak siar pertandingan Piala Dunia 2026.

Menurutnya, kegiatan nonton bareng maupun penayangan pertandingan untuk kepentingan komersial harus memperoleh izin dari pemegang hak siar resmi dan dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku.

"Kami juga mengimbau masyarakat dan para pelaku usaha untuk menghormati ketentuan hak siar yang berlaku. Pastikan setiap kegiatan nonton bareng atau penayangan publik dilakukan sesuai aturan dan memperoleh izin dari pihak yang berwenang. Jangan sampai antusiasme menyaksikan Piala Dunia justru berujung pada persoalan hukum," ujarnya.

Tak hanya itu, Kapolda mengimbau, apabila tim yang didukung mengalami kekalahan, masyarakat diminta tetap bersikap dewasa dan sportif serta tidak melampiaskan kekecewaan dengan melakukan tindakan anarkis maupun pengrusakan fasilitas umum.

"Tidak ada pihak yang melakukan pengrusakan terhadap fasilitas tempat menonton bersama, warung kopi, kafe, videotron, maupun fasilitas umum lainnya hanya karena kecewa tim yang didukung mengalami kekalahan. Tindakan seperti itu tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga dapat berimplikasi hukum," tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan para penggemar sepak bola di Aceh yang mengikuti pertandingan hingga larut malam atau dini hari agar tetap menjaga kesehatan, keselamatan, serta tidak mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.

“Polda Aceh beserta seluruh jajaran akan terus melakukan langkah-langkah preventif dan edukatif guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman, nyaman, dan kondusif selama perhelatan olahraga terbesar di dunia itu berlangsung,” katanya.

Terkahir, Irjen Marzuki mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal Aceh yang dikenal sebagai Serambi Mekkah. Menurutnya, semangat mendukung tim favorit harus tetap sejalan dengan pelaksanaan Syariat Islam, norma kesopanan, etika bermasyarakat, serta budaya saling menghormati yang telah menjadi identitas masyarakat Aceh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved