UN Ditiadakan

Ujian Nasional SMA/MA di Aceh Ditiadakan, Masa Belajar di Rumah Diperpanjang Hingga 30 Mei

Pembatalan ujian yang semula direncanakan berbasis komputer tersebut menyusul wabah virus corona (Covid-19) melanda negeri ini termasuk juga di Aceh.

For Serambinews.com
Instruksi Gubernur Aceh terkait pendidikan dalam rangka pencegahan Covid-19. 

Pembatalan ujian yang semula direncanakan berbasis komputer tersebut menyusul wabah virus corona (Covid-19) melanda negeri ini termasuk juga di Aceh. 

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Ujian nasional (UN) untuk siswa SMA/MA di Aceh ditiadakan.

Pembatalan ujian yang semula direncanakan berbasis komputer tersebut menyusul wabah virus corona (Covid-19) melanda negeri ini termasuk juga di Aceh.

Informasi diperoleh Serambinews.com, Senin (30/3/2020) sesuai jadwal semula UNBK di Aceh direncanakan dimulai Senin, namun menteri pendidikan membatalkan serta diperkuatkan kembali dengan surat Gubernur Aceh terkait pembatalan UN untuk SMA/MA, SMP/MTs dan ujian paket.

Ketua panitia UN Disdik Aceh, Zulkifli dikonfirmasi melalui pesan whatsApp mengatakan, pembatalan UN untuk SMA/MA sesuai surat intruksi Gubernur Aceh yang ditujukan ke bupati/walikota se-Aceh, pimpinan perguruan tinggi, kadis pendidikan, kadis pendidikan dayah dan kepala kanwil Kemenag Aceh.

Dari 620 Warga Aceh Utara yang Pulang dari Perantauan, Ini Jumlah OPD

Aparatur Gampong Meunasah Tengah Abdya Bagikan Sembako untuk Masyarakat

Aceh Tamiang Sulap SKB dan Dinas Koperasi Menjadi Kamar Istirahat Tim Medis Khusus Corona

Selain soal UN yang dibatalkan, juga pelaksanaan pendidikan diperpanjang masa belajar di rumah dari sebelumnya berakhir 30 Maret diperpanjang hingga 30 Mei 2020 mendatang.

“Dilarang melakukan pengumpulan massa,” tulis surat Plt Gubernur Aceh tertanggal 27 Maret 2020 Nomor 4/INSTR/2020.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Nagan Raya, Dr Khairan ditanyai Serambi, Senin kemarin mengatakan, UN SMA/MA dibatalkan sesuai edaran Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Pak Gubernur Aceh.

“Penilaian siswa pada masa sulit ini melalui nilai rapor dan pemberian tugas. Kami sedang menunggu intruksi lanjutan dari Pak Kadis Pendidikan Aceh,” kata Khairan.(*)

Penulis: Rizwan
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved