Jumat, 10 April 2026

Update Corona di Aceh Selatan

Perawat Garda Terdepan Lawan Covid-19, PPNI Minta Pemerintah Beri Perhatian Khusus

DPD PPNI Aceh Selatan saat ini memiliki 18 DPK yang tersebar di seluruh Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan.

Penulis: Taufik Zass | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Aceh Selatan Fakhrijal S Kep M Kes 

Laporan Taufik Zass I Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Menyikapi persoalan Covid 19 atau Virus Corona yang semakin meluas, Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Aceh Selatan Fakhrijal S Kep, M Kes perawat sebagai garda terdepan berjuang melawan covid-19 patut mendapatkan perhatian khusus semua pihak.

"Untuk itu kami DPD PPNI Aceh Selatan juga menyadari bahwa saat ini perawat sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan memiliki risiko tertularnya virus ini. Oleh karena itu, DPD PPNI Aceh Selatan mengharapkan kepada Pemerinatah Daerah memberi perhatian penuh kepada perawat dan petugas kesehatan lainnya yang bertugas melayani pasien terinfeksi Covid-19," kata Fakhrijal, Selasa (31/03/2020).

DPD PPNI Aceh Selatan saat ini memiliki 18 DPK yang tersebar di seluruh Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan.

Sumber daya yang bersar ini bisa menjadi kekuatan besar dalam membantu Pemerintah dan masyarakat melawan Covid-19.

Hal ini juga tidak terlepas kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) yang terstandar serta suplement multivitamin yang merupakan hak perawat dan tenaga kesehatan lainnya yang harus diberikan dalam memberi pelayanan kesehatan.

Terkait Wabah Corona, Masyarakat Aceh Selatan Diimbau jangan Ketakutan dan Panik Berlebihan

Lagi, Satgas Covid-19 Simeulue Semprotkan Disinfektan di Area Publik

Puskesmas Cot Kuta Jadi Ruang Isolasi Covid-19 di Nagan Raya

"Kami mengharapkan semua tenaga perawat dan kesehatan lainnya yang bertugas dalam penanganan Covid 19 ini dapat diberikan kelengkapan APD serta suplemen multivitamin dan Perawat yang ditugaskan di setiap Posko Perbatasan Aceh Selatan dapat perhatian lebih, khususnya kesehatan mereka," harapnya.

Dia juga menyampaikan bahwa pandemik itu bukan kondisi gawat darurat, sehingga jangan mewajibkan perawat dan petugas kesehatan lain untuk melayani jika APD dan keadaan tingkat daya tahan tubuh tidak memadai, sebab sebagai petugas atau penolong pertama kali yang harus dilakukan adalah melindungi dirinya terlebih dahulu.

"Jika tidak itu namanya bunuh diri," tegasnya.

Selain APD dan suplemen multivitamin, Pemerintah juga diharapkan menyediakan Rapid Test untuk pemeriksaan kesehatan kepada perawat dan tenaga kesehatan lainnya secara rutin guna menjamin keamanan dan keselamatan mereka.

Tidak hanya itu, kepada semua instansi yang menyelenggarakan layanan kesehatan bagi ODP dan PDP Covid-19, diharapkan melakukan penyegaran (pergantian dinas) yang terstruktur, serta secara rutin memberi mereka suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas tubuh) sehingga tidak mudah terinfeksi Covid-19.

"Bagi perawat dan petugas kesehatan yang kemudian teridentifikasi Covid-19, Pemerintah wajib menyediakan rumah yang layak dan kebutuhan hidup yang memadai selama proses isolasi. Sebagaimana PPNI sebagai induk organisasi perawat, DPD PPNI Aceh Selatan juga mengharapkan kepada Pemerintah untuk memberikan insentif yang layak kepada perawat dan petugas kesehatan lainnya yang bertugas melayani pasien ODP dan PDP Covid-19," harapnya.

"PPNI Aceh Selatan sangat percaya bahwa Pemerintah Kabupaten telah melakukan langkah-langkah strategis untuk melindungi masyarakat, terlebih lagi petugas kesehatan dari wabah Covid-19," pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved