PDP Aceh Utara Negatif Covid-19
Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, Rabu (1/4/2020) pagi menerima hasil pemeriksaan laboratorium (tes swab) milik almarhum EY
BANDA ACEH - Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, Rabu (1/4/2020) pagi menerima hasil pemeriksaan laboratorium (tes swab) milik almarhum EY, pasien dalam pengawasan (PDP) asal Aceh Utara yang meninggal dunia di RSUZA, Banda Aceh, pada 25 Maret lalu. Menurut hasil tes swab yang dikeluarkan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta, pagi kemarin, almarhum EY negatif Covid-19.
Dinkes Aceh pada hari yang sa,a juga menerima hasil tes swab terhadap anak dan istri dari almarhum AA. AA adalah pasien dalam pengawasan (PDP) pertama yang meninggal dunia di RSUZA dan kemudian hasil pemeriksaan lab menyebutkan bahwa ia positif terinfeksi Corona. Hasil tes swab tersebut menyatakan istri dan anak dari almarhum AA, juga negatif terinfeksi Covid-19.
Informasi tentang hasil pemeriksaan almarhum EY serta anak dan istri dari almarhum AA itu disampaikan Kadis Kesehatan Aceh, dr Hanif, kepada Serambi di Banda Aceh, Rabu (1/4/2020) siang. "Alhamdulillah, almarhum (EY) negatif Covid-19," kata Hanif.
Hanif yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Aceh ini menyatakan, dengan adanya hasil tes swab tersebut, berarti tidak perlu lagi ada keresahan di kalangan masyarakat Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Simpang siur informasi tentang penyebab meninggalnya EY, kini tak perlu lagi diperpanjang. "Hasilnya sudah pasti, almarhum negatif Covid-19," ulang Hanif.
Hanif juga menyampaikan kabar gembira lainnya bahwa istri dan anak dari almarhum AA, pasien positif Corona yang meninggal pertama di Aceh, semuanya negatif hasil pemeriksaan swab-nya.
Sebelumnya dilaporkan bahwa publik di Aceh, khususnya warga Aceh Utara, sempat cemas karena saat meninggal EY berstatus PDP. Sedangkan penanganan jenazahnya tidak mengikuti SOP Covid-19, melainkan sudah dibuka dan dimandikan oleh pihak keluarga yang dikhawatirkan dapat menularkan virus Corona.
Namun, setelah mendapatkan hasil pemeriksaan lab kemarin, kecemasan dan kekhawatiran masyaraat sekitar tempat tinggal almarhum menjadi tak lagi beralasan. Demikian demikian, jumlah warga Aceh yang positif Corona di Aceh masih lima orang, satu di antaranya meninggal dunia.
Seperti diberitakan sebelumnya, AA, PDP Covid-19 yang meninggal di RSUZA pada Senin (23/3/2020) lalu resmi dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. "PDP asal Lhokseumawe yang meninggal pada Senin lalu positif Corona. Ini info pagi ini," tulis Direktur RSUZA, dr Azharuddin, dalam pesan WhatsApp (WA) kepada Serambi, Kamis (26/3/2020). Saat hasil swab AA keluar, pada hari itu pula EY meninggal dunia. Namun, hasil swab-nya baru keluar kemarin.
PDP bertambah satu
Juru Bicara Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, kembali meng-update informasi atau data Covid-19 di Aceh, per 1 April 2020, pukul 15.00 WIB. Hal itu dilaporkan berdasarka surveilens Posko Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 dari 23 kabupaten/kota.
Untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), sebutnya, saat ini tercatat 893 kasus. Ada penambahan 96 kasus dibanding sehari sebelumnya sebanayk 797 kasus. “Dari total ODP itu, 162 kasus sudah selesai masa pemantauan dan 731 kasus lainnya masih proses pemantauan,” pria yang akrab disapa SAG, ini.
Sedangkan jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP), lanjut Saifullah, sebanyak 45 kasus. Ada penambahan satu kasus dibanding sehari sebelumnya dengan 44 kasus. “PDP yang masih dalam perawatan sebanyak 9 kasus. Ada yang dirawat di RSUZA dan ada yang dirawat di rumah sakit rujukan kabupaten/kota. Sedangkan jumlah PDP yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 5 kasus, yakni 4 kasus dirawat di Respiratory Instensive Care Unit (RICU) RSUZA, dan satu kasus meninggal dunia. (dik/jal)