Kamis, 30 April 2026

Pekerja China Masuk Nagan

Pemkab Nagan Raya Sudah Tegur Kontraktor PLTU 3-4, Terkait 7 TKA Cina Masuk Nagan & Diusir Warga

Teguran dari Pemkab terkait masuknya tujuh tenaga kerja asing (TKA) asal Cina yang rencana akan kerja di PLTU.

Tayang:
Penulis: Rizwan | Editor: Mursal Ismail
Disnakertrans Nagan Raya
Kadisnakertrans Nagan Raya, Rahmatullah didampingi Dandim 0116 Letkol Inf Guruh Tjahyono ketika mendatangi PLTU 3-4 mempertanyakan kedatangan 7 TKA Cina di Nagan Raya, Rabu (1/4/2020). 

Teguran dari Pemkab terkait masuknya tujuh tenaga kerja asing (TKA) asal Cina yang rencana akan kerja di PLTU. 

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Pemkab Nagan Raya menyatakan telah menegur keras kontraktor dari PLTU 3-4 di Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya. 

Teguran dari Pemkab terkait masuknya tujuh tenaga kerja asing (TKA) asal Cina yang rencana akan kerja di PLTU.

Namun kemudian WNA itu diusir dan dihadang oleh warga Langkak dan Suak Puntong pada Selasa (31/3/2020) malam.

Pasalnya, para pekerja PLTU 3-4 Nagan Raya ini masuk ke Kabupaten Nagan Raya di tengah masyarakat sedang mengantisipasi virus Corona.

Sedangkan mereka WNA yang berasal dari negara sumber Covid-19 ini.

Petugas Puskesmas Pakai Mantel, Dewan Minta Pemkab Pidie Lengkapi APD

Tangani Warga Pulang dari Perantauan, Sejumlah Petugas Puskesmas di Pidie tak Dilengkapi APD

DPRK Aceh Utara Sampaikan 6 (Enam) Rekomendasi Kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

Soal teguran kepada pihak PLTU itu disampaikan Bupati Nagan Raya, HM Jamin Idham kepada Serambinews.com, Kamis (2/4/2020) di sela simulasi penanganan pasien Covid-19 di Alun-alun Nagan Raya.

"Saya langsung perintahkan Kadis Nakertrans ke PLTU 3-4 pada Rabu untuk menyampaikan teguran kepada pihak PLTU terkait WNA itu," katanya.

Menurut bupati, Kadisnakertran turut didampingi Dandim ke PLTU serta diadakan pertemuan. 

Pada kesempatan itu, pihak PLTU menyampaikan permintaan maaf kepada Pemkab dan masyarakat Nagan Raya terhadap kedatangan TKA itu.

"Pihak PLTU mengaku tidak tahu kedatangan TKA Cina itu.

Pemkab sudah mengingatkan ke depan jangan lagi terulang kasus seperti itu karena saat ini sedang wabah Covid-19," kata bupati.

Bupati mengakui Pemkab bersama TNI, Polri dan Gugus Tugas sejak sore itu langsung bergerak  ke Langkak dan Suak Puntong. 

Hal itu mereka lakukan setelah mendapat kabar ada pergerakan TKA Cina dari Banda Aceh ke Nagan Raya. 

"Pemkab juga sudah mengingatkan kembali kepada PLTU untuk pekerja Cina yang berada saat ini di PLTU untuk tidak melakukan perjalanan ke luar daerah," katanya.

Seperti diberitakan massa dari Desa Langkak, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya mengusir tujuh TKA China yang baru tiba di mes berlokasi di desa mereka, Selasa (31/3/2020).

Aksi penghadangan kembali berlanjut di pintu gerbang PLTU 3-4 sehingga TKA diputuskan kembali terbang ke Jakarta.

Kemarin secara terpisah, Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Meulaboh, Azhar, mengatakan pihaknya sudah memeriksa dokumen tujuh tenaga kerja asing (TKA). 

Kepala Kantor Imigrasi Meulaboh, Azhar mengatakan dokumen mereka lengkap dan . TKA asal Cina itu bukan pendatang baru di Indonesia.

"Mereka sudah setahun bekerja di perusahaan di Jakarta," kata Azhar kepada Serambinews.com, Rabu (1/4/2020).

Menurut Azhar, pekerja TKA itu datang dari Jakarta melalui Bandara Soekarno Hatta dan ke Bandara Kualanmu Medan. 

Kemudian tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar pada Selasa (31/3/2020) sore.

Selanjutnya, mereka menempuh perjalanan darat ke Nagan Raya sehingga terjadilah penolakan oleh warga di Nagan Raya untuk mengantisipasi dari virus Corona (Covid-19).

"Lalu tim kita dari Imigrasi melakukan pendampingan hingga ke Bandara SIM Aceh Besar dengan tujuan mereka kembali pulang lagi ke Jakarta.

Tadi pukul 10.00 WIB sudah terbang ke Medan dan kembali ke Jakarta," katanya.

Menurutnya, TKA itu bukan pendatang baru dari luar negeri, tetapi sudah lama berada di Indonesia. 

Setelah kerja di Jakarta, mereka rencana kerja di PLTU 3-4  yang kini dalam pembangunan.

"Memang kita akui saat ini sedang Covid-19 sehingga kita juga memaklumi keberatan warga atas kedatangan warga dari luar, apalagi terhadap TKA itu," kata Azhar.

Informasi diperoleh Serambinews.com, Rabu menjelaskan, 7 TKA atau WNA asal China tiba Selasa (31/3/2020) sore di Bandara SIM Blangbintang, Aceh Besar.

Mereka melakukan perjalanan darat langung ke lokasi mes di Desa Langkak, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya sekira pukul 21.00 WIB.

Warga Langkak keberatan dan mengusir pekerja WNA untuk PLTU 3-4 dari mes tersebut.

Namun sebelumnya tim Gugus Tugas, Muspika turun ke desa tersebut dan mereka diperiksa suhu tubuh dan kelengkapan surat.

Ternyata setelah diusir di Langkak, TKA menuju PLTU 3-4 sebagai tempat mereka akan bekerja dan di lokasi PLTU, massa dari Suak Puntong sudah menunggu dan langsung menghadang. 

Berikut identitas TKA pria asal Cina itu. 

1). Nama: JISHENG LI
Jenis kelamin: Laki - laki

TTL : Henan, 3 Januari 1970

Asal Negara: Cina

Masa berlaku paspor: 3 Januari 2022

2). Nama: Zhang wenting

Jenis kelamin: Laki - laki

TTL : Henan, 16 seteber 1970

Asal Negara: Cina

Masa berlaku paspor: 23 Juli 2028

3). Nama: Zhad Songmei

Jenis kelamin: Laki-laki

TTL : Henan, 21 Januari 1970

Asal Negara: Cina

Masa berlaku paspor: 16 Maret 2025

4). Nama: Sun Weifang

Jenis kelamin: Laki - Laki

TTL : Henan, 10 Maret 1972

Asal Negara: Cina

Masa berlaku paspor: 7 Februari 2028

5). Nama: Wang Hongyu

Jenis kelamin: laki - laki

TTL : Henan,16 Desember 1974

Asal Negara: Cina

Masa berlaku paspor: 7 Desember 2024

6). Nama: Jia Gongzuo

Jenis kelamin: Laki - laki

TTL : Henan, 10 Juni 1975

Asal Negara: Cina

Masa berlaku paspor: 20 Februari 2029

7). Nama: Zhuang Wen Shng

Jenis kelamin: Laki - laki

TTL : Hena, 22 September 1964

Asal Negara: Cina

Masa berlaku paspor: 27 April 2025. (*)


Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved