Nagan Tak Tutup Jalan, Jam Malam Lebih Fokus ke Patroli

Di Nagan Raya, tim gabungan dari Polri, TNI, dan pemkab, tak melakukan penutupan jalan seperti yang terjadi di Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno 

SUKA MAKMUE - Pemberlakukan jam malam di Nagan Raya terlihat berbeda dengan daerah lain di Aceh. Di Nagan Raya, tim gabungan dari Polri, TNI, dan pemkab, tak melakukan penutupan jalan seperti yang terjadi di Banda Aceh, namun lebih fokus kepada patroli keliling dan sosialisasi kepada masyarakat terhadap pencegahan virus corona (Covid-19).

Tim gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP/WH hanya mendatangi warung kopi yang memang ramai pengunjung, dan mengajak warga untuk menjaga jarak duduk minimal 1 meter, serta diimbau pulang bila tidak ada keperluan sehingga tidak tertular virus corona. Tak hanya di kabupaten, tim gabungan di masing-masing  kecamatan juga turun patroli dengan mendatangi lokasi yang masih ada keramaian.

Praktis, kondisi ini membuat arus transportasi tetap berjalan lancar, karena tak ada satu pun jalan yang ditutup, baik jalan dalam kota maupun jalan perbatasan. “Kita tidak ada dan tidak menganjurkan penutupan akses jalan. Kita mendepankan tindakan persuasif memberikan imbauan kepada  masyarakat agar mematuhi maklumat pemerintah dan Kapolri,” kata Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno SIK kepada Serambi, Kamis (2/4/2020).

Menurut Kapolres, tim gabungan dalam setiap kegiatan patrolinya pada malam hari, selalu memerikan sosialisasi ke warung-warung kopi untuk mengajak masyarakat mengurangi kegiatan yang tidak perlu. “Patroli juga kami tingkatkan untuk menjamin kepatuhan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tukasnya.

Kapolres Risno mengaku, dalam setiap patroli, personel kepolisian turun bersama jajaran TNI dan pemkab atau Satpol/WH. Bahkan, ucapnya, dalam menjalan kegiatan ia sering bersama Bupati dan Dandim, khususnya dalam mensosialisasikan maklumat pemerintah dan maklumat Kapolri.

Lebih lanjut, Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno SIK memaparkan, bukan cuma tidak menutup jalan, pihaknya juga meniadakan pos pemeriksaan di perbatasan Nagan Raya dengan kabupaten tetangga. Bila ada pendatang yang masuk ke Nagan Raya, ujar Kapolres, maka tugas pendataan itu diarahkan kepada peran keuchik, Babinkamtibmas, dan Babinsa sebagai petugas perpanjangan tangan tugas kabupaten. “Serta mengaktifkan Satgas di tingkat desa,” ucapnya.

Pada bagian lain, AKBP Risno membeberkan, bahwa dalam beberapa hari terakhir, di Nagan Raya tidak ada lagi kegiatan keramaian seperti pesta dan hajatan lainnya, sehingga tidak ada pembubaran. “Mudahan-mudahan sosialisasi kita maksimal sehingga timbul kesadaran masyarakat untuk menunda acara keramaian mereka,” pungkas AKBP Risno.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved