Update Corona di Aceh Besar
Selama Darurat Corona, Santri Dayah Mulia Aceh Besar Belajar Secara Online
Santri Dayah Mulia, Blang Bintang Aceh Besar mulai berlakukan belajar secara online sejak keluar kebijakan yang tidak memperbolehkan adanya kegiatan..
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Jalimin
Laporan Masrizal | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Santri Dayah Mulia, Blang Bintang Aceh Besar mulai berlakukan belajar secara online sejak keluar kebijakan yang tidak memperbolehkan adanya kegiatan atau aktivitas yang melibatkan keramaian akaibat merebaknya wabah pandemi virus corona.
Akibat kebijakan itu, pengurus Yayasan Dayah Mulia kemudian memulangkan seluruh santri. Seharusnya santri baru libur H-10 Ramadhan atau 20 Sya'ban. Kondisi serupa yang terjadi pada dayah atau pesantren lain di Aceh.
Pimpinan Yayasan Dayah Mulia, Abuna Muchlis Abdullah kepada Serambinews.com, Jumat (3/4/2020) mengatakan, meskipun sudah diliburkan bukan berarti proses belajar terhenti. Pihaknya mengalihkan mekanisme belajar dari tatap muka menjadi online.
“Seperti yang sudah berlangsung dalam dua hari ini, setiap santri menyetor hafalan Alquran dengan merekam aktivitas menghafalnya. Setelah direkam, video dikirimkan ke dewan guru untuk selanjutnya dikoreksi jika ada salah,” Abuna Muchlis.
Dalam proses koreksi ini, lanjutnya, dewan guru memperbaikinya satu per satu. “Memang cukup memakan waktu dan kuota tentunya, namun hal ini tetap dilakukan agar santri tetap belajar dan hafalan tetap terjaga,” lanjutnya.
Abuna Muchlis menambahkan upaya belajar secara online ini ditempuh mengingat sekarang sudah memasuki era digital atau era revolusi industri 4.0. Jarak tidak lagi menjadi kendala untuk terus melangsungkan aktifitas belajar.
"Santri kita berasal dari seluruh Aceh, ada yang dari Simeulue, Bireuen, dan daerah-daerah lainnya di Aceh. Selama dipulangkan, supaya mereka tetap belajar kita tempuhlah cara seperti ini,” ungkap Pimpinan Yayasan Dayah Mulia ini.
Saat ini, lanjut Abuna Muchlis, yang menjadi kendala pihaknya adalah tidak alat pendukung yang memadai dan tidak semua santri memiliki Hp android dan jaringan internet yang tidak stabil di setiap daerah.
“Tapi kita berharap dengan program kelas online ini hafalan santri tetap terjaga dan mereka terus belajar selama masa darurat corona ini," ujar Abuna Muchlis yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Aceh Besar.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, H Usamah El- Madny SAg MM, sudah mengimbau kepada seluruh santri dan dewan guru dayah agar memaksimalkan pembelajaran secara online selama masa darurat corona ini, sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan.
Menanggapi masa darurat corona dan anjuran belajar online dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh sendiri, Abuna sendiri berharap agar pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Dayah Aceh turut menyediakan perangkat yang memadai agar proses belajar ini bisa berjalan maksimal.(*)
• PDP di Subulussalam Positif Versi Rapid Test, Anak Pasien: Kami Keluarga Juga Mengarantina Diri
• Terapkan Social Distancing, Unduhan Aplikasi Telekonferensi Meningkat Drastis
• Hindari Penyebaran Covid-19, Dyah Erti Idawati Ajak Masyarakat Tetap di Rumah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/santri-dayah-mulia-aceh-besar-berfoto-bersama.jpg)