Sabtu, 9 Mei 2026

Ir Mawardi Ali : Warung Kopi Silahkan Buka, Tapi Hanya Layani Take Away

Bupati Aceh Besar, Ir H Mawardi Ali meminta kepada seluruh masyarakat di wilayahnya supaya tetap hidup normal dengan tetap bekerja

Tayang:
Editor: bakri
For Serambinews.com
Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali. 

JANTHO - Bupati Aceh Besar, Ir H Mawardi Ali meminta kepada seluruh masyarakat di wilayahnya supaya tetap hidup normal dengan tetap bekerja seperti biasanya. Tapi ia meminta masyarakat tetap harus mematuhi protokol penanganan covid-19, dengan menjaga kebersi­han, menggunakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak.

Bupati Mawardi juga mempersi­lahkan warung kopi yang ada di Aceh Besar untuk buka kembali. Tapi, kata Bupati, warung kopi hanya boleh me­layani pelanggan secara take away atau bungkus untuk dibawa pulang.

Bupati Mawadi Ali didampingi Kabag Humas dan Protokol Setdak­ab Aceh Besar, Muhajir S.STP MPA meminta kepada para pedagang, baik warung kopi maupun rumah makan supaya mulai hari ini tetap buka seperti biasanya.

Sebagai langkah pencegahan terhadap covid 19, maka pelaku usaha ini meminta sudah mematuhi standar protokol dalam pencegahan covid-19 ini. Makanya, oleh Bupati, pedagang diminta hanya melayani sistem take away, sehingga tidak disediakan untuk konsumsi di tempat tersebut. “Teruslah kita semua berdoa kepada Allah SWT agar musibah ini cepat berlalu dan mari bersatu padu di masa sulit ini,” pung­kas Ir Mawardi Ali, Bupati Aceh Besar.

Mawardi tidak ingin wabah co­rona yang sedang melanda Indonesia dan Aceh ini justru membuat ekonomi masyarakat anjlok. Ia meminta mas­yarakat tetap semangat bekerja dan beraktivitas, seperti biasanya.

“Jadi yang mau ke sawah ya ayo ke sawah, yang mau ke laut silahkan melaut, yang jangan berkumpul-kum­pul. Yang penting masyarakat kita jangan putus harapan,” ujar politisi PAN ini.

Karena menurutnya, petani dan nelayan itu sangat menopang kehidupan masyarakat lainnya. Justru ketika mereka berdiam diri di rumah, maka dikhawatirkan akan menimbulkan masalah lain bagi masyarakat, misalnya mereka akan kekurangan suplai.

“Jadi tidak bisa kalau semua sektor mati karena ini (covid 19), ke­cuali kalau kita sudah diperintahkan lockdown semuanya, maka baru kita ikuti,” ujar Mawardi.

Selain itu, Bupati Mawardi juga meminta gampong supaya membuka akses jalan seperti di lorong-lorong masuk kawasan pemukiman. Ia be­ralasan, penutupan akses jalan dan lorong di gampong dalam wilayah Aceh Besar justru menyebabkan keramaian di posko-posko persim­pangan jalan masuk.

“Tidak ada yang jaga malam untuk menutup akses jalan masuk ke gampong sehingga menyebab­kan berkumpulnya keramaian-kera­maian di posko. Jadi masyarakat tidak boleh menutup jalan akses gampong dan tetap dibuka, karena virus tidak masuk lewat jalan, justru virus akan menyebar jika masyarakat berkumpul dalam keramaian” kata, Ir Mawardi Ali, kepada wartawan.

Bupati Mawardi Ali menegaskan tidak ada instruksi penutupan jalan, pihaknya hanya meminta kepada Keuchik untuk melaporkan kepada kepala Pukesmas melalui Camat apa­bila ada warga yang baru datang dari luar daerah dan diminta untuk isolasi mandiri selama 14 hari. (hab/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved