Senin, 11 Mei 2026

ODP Tamiang Didominasi dari Malaysia

Orang dalam pantauan (ODP) di Kabupaten Aceh Tamiang didominasi dari negeri jiran, Malaysia, tetapi sebagian besar dinyatakan

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ RAHMAD WIGUNA
Satu unit damkar dikerahkan untuk meyemprot desinfektan di sekitar permukiman penduduk di Karangbaru, Aceh Tamiang. 

* Pijay Juga Berasal dari Daerah Infeksi

KUALASIMPANG - Orang dalam pantauan (ODP) di Kabupaten Aceh Tamiang didominasi dari negeri jiran, Malaysia, tetapi sebagian besar dinyatakan sehat seusai isolasi mandiri selama 14 hari. Demikian juga halnya di Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), ODP didominasi para perantau yang pulang dari daerah terjangkit virus corona.

Dilaporkan, sebanyak 35 ODP di Aceh Tamiang dinyatakan sehat setelah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Juru bicara tim informasi Covid-19 RSUD Aceh Tamiang, Dr Hardekky melalui rilis ke Serambi, Jumat (3/4) sore mengatakan selama menjalani isolasi, mdereka terus mendapat pengawasan dari tim medis Puskesmas.

"Ini menjadi kabar positif dan menggembirakan, karena status ini mampu menghentikan kekhawatiran dan kecemasan masyarakat tentang virus corona," kata Hardekky. Namun, kaanya, tim medis Aceh Tamiang kembali menetapkan ODP baru sebanyak sembilan orang, sehingga dari 18 orang kembali meningkat menjadi 27 orang, dimana sebelumnya jumlah ODP di sempat mencapai 53 orang.

Dijelaskan, ODP baru ini didominasi perantau yang baru saja pulang dari Malaysia. "Sebagai upaya deteksi sedini mungkin, mereka diberi status ODP agar pergerakannya bisa dipantau dan dibatasi selama dua pekan," ujarnya.

Sementara itu, dari Pidie Jaya dilaporkan, warga yang pulang dari perantauan, semakin bertambah, sehingga pula jumlah orang dalam pantauan (ODP) juga meningkat. Data dari Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Pijay, Hardekky ST,Arch, Jumat (3/4) menyebutkan hingga 3 April 2020, jumlah ODP sebanyak 25 orang, sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 2 orang.

Sedangkan Eddy Azwar yang dihubungi melalui ponsel mengakui terdapat dua PDP, keduanya dari luar daerah terinfeksi dan setiba di Pijay minta dirinya diperiksa. Keduanya berinisial K, warga Kecamatan Bandar Baru yang sempat dirawat di RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli, tetapi sudah kembali ke rumah dan satu lagi, A warga Kecamatan Trienggadeng, juga sudah kembali ke kampungnya.

"Kesimpulannya, kedua mereka tak ada masalah dengan Covid-19," tandas Eddy.  Disebutkan, mereka baru pulang dari daerah yang sudah terjangkit virus corona dan sedang sakit, sehingga dirawat di rumah sakit. Ditambahkan Eddy, orang yang dimasukkan dalam data ODP, warga yang pulang dari daerah terjangkit Covid-19. "Yang ODP ini adalah warga yang baru pulang dari daerah terjangkit, seperti Malaysia, Jakarta, Bogor, dan lainnya," jelas Eddy.(ag)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved