Sabtu, 9 Mei 2026

Pemko Minta PDAM Diskon Tagihan Air

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh menginstruksikan manajemen PDAM Tirta Daroy untuk memberikan diskon tagihan rekening air

Tayang:
Editor: bakri
Serambinews.com
T NOVIZAL AIYUB, Direktur PDAM Tirta Daroy. (Serambinews.com/file) 

* Untuk Pelanggan Kurang Mampu

BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh menginstruksikan manajemen PDAM Tirta Daroy untuk memberikan diskon tagihan rekening air sebesar 50 persen selama tiga bulan, khusus bagi pelanggan kurang mampu. Diskon tagihan itu sebagai upaya Pemko untuk membantu meringankan beban warga Banda Aceh di tengah pandemi Cobid-19, terutama bagi mereka yang kurang mampu.

Instruksi tersebut disampaikan langsung Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman kepada Dirut PDAM Tirta Daroy T Novizal Aiyub, Jumat (3/4/2020), di Pendopo Wali Kota. "Tadi saya sudah minta Dirut PDAM untuk memberi keringanan kepada masyarakat kurang mampu," kata Aminullah dalam keterangan tertulisnya yang diterima Serambi, kemarin.

Dikatakan, ia terus mengkaji kebijakan apa saja yang bisa diberikan untuk meringankan beban warga selama masa pandemi berlangsung. "Salah satunya dengan diskon tagihan air ini, mengingat meningkatnya kebutuhan air warga selama gerakan berada di rumah," tambah Aminullah.

Sementara itu, Dirut PDAM Tirta Daroy T Novizal Aiyub mengatakan, pihaknya siap memberikan keringanan kepada pelanggan selama tiga bulan yakni April, Mei, dan Juni 2020. "Diskon 50 persen dari tagihan bagi pelanggan rumah tangga golongan 1 atau R1. Jumlahnya ada 5.000-an pelanggan," katanya.

Diskon tersebut, kata Ampon Yub–sapaan akrab T Novizal Aiyub, merupakan bentuk kepedulian PDAM Tirta Daroy bagi pelanggan setianya terutama golongan R1 atau masyarakat kurang mampu. "Untuk ke depan akan kita lihat perkembangannya (kemungkinan untuk memperpanjang atau memperluas cakupan diskon). Semoga cepat berlalu pandemi ini dari kota kita."

Sementara terkait meningkatnya pemakaian air selama masa pandemi Corona, ia mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai hal seperti pemeliharaan jaringan hingga memastikan kecukupan stok bahan pemurni air yang dipasok dari Medan, Sumatera Utara.

Tantangan PDAM sekarang adalah kapasitas produksi yang tetap sementara demand terus meningkat. "Dipengaruhi juga oleh tingkat kekeruhan air baku dari Krueng Aceh. Jadi ada waktunya kami terpaksa menggilir distribusi air, namun kami komit memberikan yang terbaik bagi warga kota," katanya.(aji)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved