Satu PDP di Subulussalam Positif Versi Rapid Test
Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Subulussalam dinyatakan positif berdasarkan hasil rapid
* Jubir Gugus: Belum Final Corona
SUBULUSSALAM - Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Subulussalam dinyatakan positif berdasarkan hasil rapid test. Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Subulussalam, Baginda Nasution menyatakan pemeriksaan rapid test bukan hasil final untuk menentukan positif Covid-19.
Jumpa pers yang digelar di Posko Induk Covid Kota Subulussalam, dalam konferensi persnya, Jumat (3/4), turut dihadiri Wakil Wali Kota Drs Salmaza MAP, Direktur RSUD dr. Dewi Sartika Pinem dan Jubir Satgas Covid RSUD Subulussalam dr. Diana Dewi.
Dinyatakana, pihak RSUD Subulussalam telah melakukan pemeriksaan terhadap PDP No 3 melalui rapid test dan hasilnya positif. Namun, kata Baginda, sesuai dengan pedoman kemenkes bahwa rapid test bukanlah alat untuk menentukan positif ataupun negatif seseorang terhadap virus Covid-19.
Karenanya, untuk mendapatkan hasil lebih pasti, RSUD Subulussalam akan merujuk pasien PDP No 3 ini ke Rumah Sakit Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) di Banda Aceh. "Pemeriksaan dengan rapid test belum menjadi hasil final, nanti pastinya adalah dari laboratorium. Makanya pasien PDP no 3 ini akan kita rujuk ke RSUDZA Banda Aceh. Sebab untuk mengetahui seseorang positif atau negatif, harus berdasarkan hasil laboratorium Litbangkes dari Kemenkes RI, bukan melalui rapid test," terang Baginda.
Pasien PDP yang postif covid versi Rapid Test ini berjenis kelamin pria dengan usia sekitar 65 tahun. Dia dirawat di RSUD Subulussalam sejak Sabtu (28/3) malam lalu. Sebelum dirawat, pasien ini sudah beberapa hari demam tinggi disertai sejumlah gejala mirip covid. Namun awalnya pasien enggan dirawat di RSUD. Setelah melalui berbagai cara akhirnya pasien bersedia mengikuti saran medis untuk dirawat.
Informasi dihimpun Serambi, dari rekan warga yang masuk dalam PDP menyampaikan adanya riwayat perjalanan ke Jakarta dalam misi dakwah. PDP berusia 65-an tahun ini kabarnya berada di Jakarta selama sepuluh hari. Saat berangkat PDP tersebut menggunakan armada kapal laut dan pulang jalur darat dengan bus.
Selama di Jakarta PDP sudah mengalami gejala sakit yang diyakini akibat asam lambung kambuh. "Dia sudah sakit dari Jakarta. Sebanarnya ada gejala asam lambung dan selama di Jakarta maka pun susah," terang rekan PDP.
Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam menyatakan hasil pemeriksaan melalui rapid test terhadap pasien covid belum tentu akurat dan bisa saja nantinya hasil laboratorium negatif. "Belum tentu akurat makanya kita kembali merujuk pasien terkait ke rumah sakit rujukan untuk mendapatkan hasil final," kata dr Diana Dewi, Humas Satgas Covid-19 RSUD Kota Subulussalam.
Dr Diana Dewi mengakui dia belum mendapat jurnal resmi menyangkut akurasi rapid test, termasuk persentasenya. Yang diketahui hanya adanya pasien yang positif dalam swab laboratorium, namun setelah 14 hari kembali negatif.
Mengenai PDP di Kota Subulussalam yang diperiksa dengan rapid test dan hasilnya positif, kata dr Diana, juga masih dianggap belum dapat menegakan diagnosa. Karenanya, mereka harus merujuk pasien tersebut ke RSUDZA di Banda Aceh. “Hasil final tetap harus melalui swab laboratorium," terang dr Diana.
Kendati belum pasti akurasinya, namun dr Diana menyatakan jika rapid test menjadi pemeriksaan atau skrining awal terhadap pasien covid. Hanya saja, dr Diana tak bisa mempersentasekan hasilnya karena tidak ada jurnal resminya.
Karantina diri
Sementara salah seorang anak PDP yang dinyatakan positif berdasarkan rapid test telah memberikan keterangan via media sosial facebook. Dalam postingan yang diunggah, Jumat (3/4) sekitar pukul 14.50 WIB, sang anak turut melampirkan screenshot hasil rapid test di RSUD Subulussalam yang beredar luas di medsos baik facebook maupun grup whatsapp.
Dalam gambar rapid test PDP nomor 3 ini juga tertulis jelas nama pasien dan percakapan grup whatsapp. DY selaku anak pasien PDP nomor 3 ini membenarkan informasi yang beredar soal ayahnya positif melalui rapid test. Selain membenarkan informasi hasil tes rapid, DY juga mengaku mereka anggota keluarga yang pernah kontak dengan sang ayah atau pasien sudah mengkarantina diri. Mereka masih menunggu tindakan dari Dinas Kesehatan Kota Subulussalam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/drs-salmaza-map-wakil-wali-kota-subulussalam-bicara-corona.jpg)