Video

VIDEO - Harga Tomat Rp 1.000 per Kg, Petani di Bener Meriah Merugi

Sabri, salah seorang petani menceritakan, untuk panen kali ini petani dalam kondisi merugi, apalagi mereka mengaku sulit mendapatkan pupuk bersubsidi.

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG – Petani tomat di Kabupaten Bener Meriah merugi akibat harga beli anjlok dan juga hasil panen tidak laku dijual. 

Hal tersebut diketahuai ketika sejumlah anggota DPRK Bener Meriah melakukan sidak ke Pusat Pasar Sayur Sentral Bener Meriah, Rabu (1/4/2020). 

Hadir dalam sidak tersebut diantaranya, Abubakar, Zulham, Herman Ramli, Yuzmuha, Baitul Hakim, Wen Kunsumandana Mimija dan Darussalam. 

Sidak itu dilakukan karena selama ini warga mengeluh terkait anjloknya harga jual palawija. 

Saat sidak tersebut pedagang mengaku bahwa banyak tomat yang dibuang karena tidak laku dan harga beli sangat rendah berkisar Rp 1.000 per Kg. 

Menurut pedagang, harga tomat di Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara masih dijual Rp 6.000 per Kg. Sedangkan di Kabupaten Bireuen tomat dijual Rp 5.000 per Kg. 

Pedagang mengaku biasanya palawija yang dibeli dari petani Bener Meriah kemudian dikirim ke Banda Aceh dan Lambaro, Aceh Besar. 

Namun sekarang ini pasar di Banda Aceh sudah tutup, hanya di Lambaro, Aceh Besar yang masih menampung barang mereka. 

Sabri, salah seorang petani tomat di Kampung Delung, Kecamatan Bukit mengeluhkan anjloknya harga tomat dan juga tidak ada yang membeli. 

Kepada anggota DPRK Bener Meriah, Sabri menceritakan, untuk masa panen kali ini petani dalam kondisi merugi, apalagi mereka mengaku sulit mendapatkan pupuk bersubsidi. 

Sabri mengaku modal yang dikeluarkan sudah lebih dari 20 juta rupiah untuk menanam tomat sebanyak 4 pate. Menurut perhitungan Sabri hasil panennya sebanyak 4 ton, maka jika harga masih Rp 1.000 per kg, ia hanya mendapatkan Rp 4 juta. 

Penulis: Budi Fatria
Editor: Hari Mahardhika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved