Berita Nagan Raya

Warga Keluhkan Bau Limbah, DPRK Nagan Raya Turun ke Perkebunan Sawit Raja Marga

"Kita menemukan kolam limbah terakhir belum steril, namun sudah dibuang ke sungai," ujar Zulkarnain.

Dok DPRK Nagan Raya
Tim Komisi III DPRK Nagan Raya turun ke PT Raja Marga di Darul Makmur, Jumat (3/4/2020) siang. 

"Kita menemukan kolam limbah terakhir belum steril, namun sudah dibuang ke sungai," ujar Zulkarnain.

Laporan Rizwan  |  Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - DPRK Nagan Raya dari Komisi III turun ke PT Raja Marga di kawasan Gampong Alue Rambot, Kecamatan Darul Makmur, kabupaten setempat, Jumat (3/4/2020) siang.

Tim turun ke perusahaan perkebunan sawit menindaklanjuti laporan warga keluhan bau limbah dari pabrik tersebut.

Ketua Komisi III, Zulkarnain turun bersama sekretaris Sarimin dan anggota anggota Sulaiman TA, Saiful Bahri serta didampingi Kabid Amdal dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jufrizal, Camat Darul Makmur, keuchik dan sejumlah tokoh masyarakat.

"Kita menemukan kolam limbah terakhir belum steril, namun sudah dibuang ke sungai," ujar Zulkarnain.

Yayasan Ubudiyah Serahkan 30 Tempat Tidur Pasien dan Alat Kesehatan untuk RS Meuraxa, Ini Tujuannya

Jam Malam di Aceh Tamiang Belum Dicabut, Mursil: Cuma Kelonggaran untuk Pedagang

Berlakukan Social Distancing, Ini yang Dilakukan Tim Gabungan di Pelabuhan Jetty Meulaboh

Menurutnya, selain bau limbah, warga mengeluhkan debu yang terbang ke desa mereka dari laporan bersumber hasil pembakaran jankos perusahaan sehingga terganggu pernafasan warga.

"Dari hasil pengamatan di lapangan, DPRK minta ke perusahaan segera menangani persoalan bau limbah dan menghentikan pembakaran jankos karena tidak sesuai dengan dokumen Amdal, apalagi debunya telah mengganggu lingkungan masyarakat," kata Zulkarnain.

Dikatakannya jika dalam waktu 5 hari tidak diselesaikan, maka DPRK maka memanggil Direktur Utama PT Raja Marga untuk diminta tanggung jawaban dan akan merekomendasikan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti menurut hukum berlaku.

Terkait dengan tuntutan warga untuk meralisasai sejumlah kesepakatan dengan perusahaan, kata Zulkarnain bahwa surat perjanjian perusahaan dengan warga Gampong Alue Rambot sah secara hukum.

Mengutip keterangan ketua Komisi III DPRK Nagan Raya, Manager PT Raja Marga, Suyono menyatakan bahwa komitmen mereka dan berjanji akan mengatasi semua masalah tersebut dalam waktu 5 hari ke depan.(*)

Penulis: Rizwan
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved