Update Corona di AS
1.480 Warga AS Meninggal Dalam Sehari, Ini Kata Donald Trump
Angka itu menambah total kematian akibat Covid-19 di AS menjadi 7.406 orang, melewati Cina, lokasi asal virus Corona.
SERAMBINEWS,COM, WASHINGTON DC - Amerika Serikat (AS) melaporkan korban meninggal akibat virus Corona (Covid-19) di negara itu hampir mencapai 1.500 jiwa dalam satu hari sejak Kamis (2/4/2020) hingga Jumat (3/4/2020) waktu AS.
Angka tersebut merupakan catatan terburuk secara global sejak pandemi tersebut terjadi.
Berdasarkan data Johns Hopkins University, 1.480 orang meninggal pada Kamis pukul 20.30 hingga Jumat waktu AS.
Angka itu menambah total kematian akibat Covid-19 di AS menjadi 7.406 orang, melewati Cina, lokasi asal virus Corona.
• Usai Kembali dari Dubai, Pemberi Makan 1.500 Orang Positif Corona
• Ini Daftar Bank dan Leasing yang Beri Keringanan Kredit Akibat Covid-19
AS juga melaporkan 276.995 kasus dan 9.772 orang pulih.
Presiden AS, Donald Trump, merekomendasikan seluruh warganya harus menggunakan masker ketika keluar rumah untuk menekan penyebaran virus. Sekitar 330 juta warga AS diminta menggunakan masker non-medis dalam beberapa waktu mendatang.
"Ini akan menjadi hal sukarela. Kamu tak harus melakukan itu dan saya memilih untuk tak melakukannya. Tapi, beberapa orang mau mengikuti dan itu baik," kata Trump seperti dilansir AFP.
Ahli Bedah AS, Jerome Adams, mengatakan, rekomendasi itu muncul karena banyak orang yang terjangkit virus tersebut tak memiliki gejala sebelumnnya.
Ia benar-benar menegaskan pentingnya untuk selalu menjaga jarak atau social distancing dari orang lain.
Namun, rekomendasi tersebut diperkirakan tak terlalu berdampak sebab AS bahkan Eropa sudah kekurangan stok masker yang amat bergantung impor dari Cina.
Sehingga, Trump mengimbau warganya untuk menggunakan hal lain seperti syal untuk menutupi wajah ketika keluar rumah.
Saat awak media menanyakan alasan mengapa Trump tak mengenakan masker, dia hanya menjawab tak ingin melakukannya, apalagi sambil melakoni tugasnya di Ruang Oval.
"Saya memakai masker saat menjamu raja, presiden, diktator, perdana menteri. Saya merasa tak cocok saja. Mungkin nanti saya akan berubah pikiran," katanya.
• Aceh Terima APD dan Masker Bantuan, Beratnya Lebih Satu Ton
Dilansir BBC, Sabtu (4/4/2020), dia mendapat pertanyaan seputar paket stimulus, kesiapan Washington menghadapi Covid-19, ataukah wabah ini bakal mengganggu Pilpres AS 2020.
Terkait dengan pelaksanaan pemilu, presiden dari Partai Republik itu menegaskan Pilpres AS tetap digelar pada November mendatang.
Dia mengabaikan ide agar pemilih mengirimkan balot suara mereka melalui pos, dari pada harus datang ke tempat pemilihan.
"Harusnya Anda datang secara bangga ke bilik dan memberikan suara Anda. Bukan malah mengirimkannya melalui pos," katanya dia.
Trump mengklaim, memercayakan pemilihan kepada sistem pos bisa memberikan berbagai implikasi. Termasuk keyakinan bahwa pemilih bisa berbuat curang.
Berdasarkan data hingga Sabtu (4/4/2020) pagi, jumlah kasus infeksi virus Corona di seluruh dunia mencapai 1.097.810.
Sebanyak 228.385 pasien dinyatakan sembuh.
Sementara itu, berdasarkan data terbaru yang dilaporkan Worldometers, korban meninggal akibat Covid-19 mencapai 59.140 jiwa. (mafani/kompas.com/cnn.com/cep)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kini-giliran-amerika-jumlah-kasus-corona-terbanyak-di-dunia-kalahkan-china.jpg)