Kamis, 16 April 2026

Virus Corona Serang Dunia

Beda Cara China dan Negara Lain Atasi Virus Corona Meski Lockdown, Cara Korea Selatan Paling Baik

Tingginya angka pasien positif virus corona dari hari ke hari membuat sejumlah negara melakukan banyak kebijakan.

Editor: Faisal Zamzami
Shutterstock
Ilustrasi virus corona Korea Selatan (Shutterstock) 

Berbanding jauh dengan China yang angka kematiannya hanya 3.331 kasus dan 77.078 lainnya dinyatakan sembuh.

Mengapa begitu jauh?

Menurut Sun Shuopeng, ketua eksekutif palang merah masyarakat China yang datang ke Italia untuk membantu melakukan press konferens di Milan paa 19 Maret 2020, ada sejumlah masalah di Italia.

"Saya temukan di kota milan, yang merupakan daerah terparah oleh Covid-19, Anda (negara Italia) memiliki kebijakan lockdown yang sangat longgar," ucap Sun Shuopeng.

Bahkan transportasi umum masih berfungsi, orang masih berjalan-jalan, dan masih berkumpul di hotel.

"Saya melihat banyak orang tidak memakai masker."

Sementara di China, pemerintah benar-benar ketat. Tidak ada orang yang jalan-jalan.

Jika pun ada, mereka ada kebutuhan penting atau mereka anggota polisi.

Soal makanan, China memakai sistem delivery atau antar makanan ke rumah. Jadi, warga tak perlu ke luar rumah.

Bahkan kota Wuhan layaknya kota mati karena tidak ada orang yang keluar rumah.

Sementara 16 hari setelah lockdown dikabarkan terjadi kerusuhan di Italia seperti penjarahan supermarket.

Jika lockdown saja masih banyak kasus virus corona, bagaimana dengan negara yang tidak melakukan lockdown?

Amerika Serikat adalah salah satu negara yang tidak melakukan lockdown.

Akibatnya sangat terlihat, di mana kini negara ini menjadi negara dengan kasus virus corona terbanyak di dunia. Mencapai lebih dari 300.000 kasus.

Tapi ada negara yang berhasil mengatasi virus corona dengan baik tanpa lockdown.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved