Berita Pidie

Harga Emas Melambung di Pidie Akibat Wabah Covid-19, Ini Kisaran Harganya

Ia menjelaskan sebelum merebaknya wabah Virus Corona itu pada awal dan pertengahan Februari harga emas untuk per mayam di bandrol Rp 2.200.000.

SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Seorang pedagang emas di pusat pasar Kota Sigli, Pidie melakukan pengecekan barang logam mulia berupa emas sebelum ditimbang ukuran berat, Senin (6/4/2020). 

Ia menjelaskan sebelum merebaknya wabah Virus Corona itu pada awal dan pertengahan Februari harga emas untuk per mayam di bandrol Rp 2.200.000.

Laporan Idris Ismail I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Harga emas dalam dua bulan terakhir di berbagai pusat pasar di Pidie melambung tinggi dari Rp 2.200.000 menjadi Rp 2.650.000.

HM Ali, seorang pedagang emas di Kota Sigli, Pidie, Senin (6/4/2020) mengatakan naiknya harga logam mulia itu dipegaruhi oleh kondisi wabah Virus Covid-19 serta naiknya harga mata uang Dollar Amerika di pasaran dunia.

Ia menjelaskan sebelum merebaknya wabah Virus Corona itu pada awal dan pertengahan Februari harga emas untuk per mayam di bandrol Rp 2.200.000.

Saat itu harga dollar hanya berada pada kisaran Rp 16.200.

BREAKING NEWS - Seorang Pria Meninggal dalam Mobil Avanza, Dijemput Petugas Medis Pakai APD

Pulang dari Jakarta, Delapan Pemuda Isolasi Diri dalam Tenda di Hutan Jalin, Aceh Besar

Update Corona di Indonesia 6 April 2020: Total 2.491 Kasus, 209 Meninggal, Aceh Belum Ada Kasus Baru

Namun seiring perjalan waktu harga dolar terus merangkak menjadi Rp 16.800 per dolar.

Namun dampak dengan kondisi wabah virus itu menyebabkan transaksi mulai melemah serta harga pasaran emas dunia secara berangsur naik hingga kekisaran Rp 2.650.000 per mayam.

"Artinya dalam setiap mayam naik manjadi Rp 450.000 dan ini lonjakan harga emas paling tinggi,"jelasnya.

Diakui selama ini transaksi emas masih berjalan normal meski lebih didominasi sepi.

Hanya saja masyarakat lebih cenderung melakukan menjual berbagai jenis perhiasan berharga nominal itu untuk pelunasan Ongkos Naik Haji (ONH) atau pembanyaran utanng-piutang yang dikonversikan dalam bentuk barang (emas).

Jikapun untuk transaksi pembelian, itupun lebih cenderung untuk mahar mas kawin serta penebusan utang gadai tanah pascapanen padi secara serentak.

Jadi, rata-rata selama dua bulan terakhir transaksi emas baik penjualan dan pembelian berkisar mulai 20 sampai 25 mayam saja.

"Sementara pada waktu masa normal normal atau sebelum Virus Corona transaksi jual dan beli mulai 30 sampai 50 mayam rutin setiap harinya," pungkasnya. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved