Update Corona di Nagan Raya
Ini Tanggapan Kadiskominfotik Nagan Terkait Mahasiswa Kuliah Daring Cari Sinyal Internet Ke Gunung
Diskominsatik Nagan Raya, Said Amri mengakui bahwa Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang hingga kini belum tersentuh jaringan internet
Penulis: Rizwan | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Rizwan | Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominsatik) Nagan Raya, Said Amri mengakui bahwa Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang hingga kini belum tersentuh jaringan internet.
"Kami sudah pernah menyampaikan permohonan ke Telkomsel kantor mereka di Meulaboh. Tapi harapan itu belum diakomodir," kata Said kepada Serambinews.com, Senin (6/5/2020).
Ia dimintai tanggapan terkait sekitar 30 mahasiswa asal Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya mengeluhkan jaringan internet terkait kuliah daring (dalam jaringan)/online pascaditutup kuliah tatap muka Covid-19 di Aceh.
Menurut Said, harapan ke Telkomsel karena hanya jaringan mereka yang tersedia di Beutong Ateuh Banggalang, sedangkan jaringan lain belum tersedia di daerah tersebut.
• VIDEO - Heboh Peristiwa Seorang Warga Meninggal di Dalam Mobilnya, Begini Keterangan Polisi
"Dari pengakuan Telkomsel bahwa kabel optic yang belum tersedia ke daerah tersebut. Jaringan itu harus ditanami di dalam tanah," katanya.
Dikatakannya, karena tidak tersedia jaringan internet sangat dikeluhkan banyak kalangan di Beutong Ateuh Banggalang dalam membuat laporan ke kabupaten atau sebaliknya sebab WhatsApp juga tidak bisa.
"Kalau ingin mengirim laporan ya harus menaiki gunung yang tersedia jaringan atau turun ke Beutong bawah," katanya.
Dikatakannya, keluhan jaringan juga dialami beberapa desa lain di Nagan Raya yakni kompleks perkantoran Pemkab Nagan Raya di Suka Makmue dan Tripa Makmur.
"Harapan kita apa yang menjadi harapan Pemkab dan masyarakat bisa diakomidir oleh Telkomsel. Apalagi kondisi Covid saat ini semua menggunakan jaringan," ujarnya.
• Beredar Video Abusyik Minta Maaf di Media Sosial, Sebelumnya Viral Virus Corona Senjata Biologis
Said mengaku baru-baru ini terhadap keluhan jaringan internet dan jaringan telepon sudah pernah disampaikan ke Diskominsa Aceh di Banda Aceh untuk disampaikan ke Jakarta.
Kadiskominsatik Nagan Raya, Said Amri menambahkan, pihaknya akan membicarakan dengan Camat Beutong Ateuh Banggalang terhadap harapan mahasiswa yang kuliah daring yang naik gunung.
"Terhadap harapan dibangun sebuah tempat di atas gunung sebagai tempat berteduh belajar mahasiswa akan kami bicarakan," katanya.
Kampus Diliburkan, Mahasiswa Kuliah Online
Penutupan kampus di Aceh pencegahan virus corona (Covid-19) di Aceh memasuki pekan keempat.
Namun pelaksanaan kuliah mahasiswa di semua kampus di Aceh dialihkan dari tatap muka ke perkuliahan daring (dalam jaringan) yakni online yang diberikan tugas oleh masing-masing dosen.
Terhadap pemberlakukan kuliah daring/online tentu mudah bagi daerah yang terjangkau jaringan internet.
• Dampak Virus Corona, Aceh Barat Sediakan Dana Bantuan Kepada Mahasiswa di Luar Daerah
Tapi berbeda dengan daerah pedalaman yang belum tersentuh jaringan internet, seperti Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh.
Mahasiswa di daerah pedalaman Nagan Raya berpenduduk 1.300 jiwa untuk mendapatkan jaringan internet mereka harus menaiki Gunung Singgah Mata.
Gunung Singgah Mata terjal dan dan menempuh perjalanan kendaraan roda dua hingga 1 jam lebih.
Ironisnya lagi ketika kondisi dilanda hujan dan jalan pergunungan berkabut.
Mereka harus berjam-jam di gunung yang sepi di lintasan jalan nasional Beutong (Nagan Raya)-Takengan (Aceh Tengah).
Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang merupakan salah satu kecamatan di Nagan Raya dengan jumlah 4 desa.
Sejauh ini daerah itu hanya baru terjangkau jaringan telepon Telkomsel.
• Sepanjang 2020, Terjadi Empat Kali Supermoon, Ini Rinciannya
Namun internet/paket data belum tersentuh sejak Indonesia merdeka.
Keluhan tidak memiliki jaringan sudah sangat lama dikeluhkan banyak warga.
Terutama mereka yang sudah memiliki HP (handphone) canggih.
Bahkan bulan Februari-Maret 2020 lalu, penduduk di Beutong Ateuh Banggalang tidak bisa partisipasi sensus penduduk online.
Karena tidak tersedia jaringan internet.
Kondisi keluhan jaringan internet saat ini dialami sekitar 30 mahasiswa Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya.
Mahasiswa harus mengikuti proses perkuliahan daring (dalam jaringan), tapi kecamatan tersebut belum memiliki jaringan internet.
Samsuardi, salah seorang mahasiswa asal Beutong Ateuh Banggalang kepada Serambinews.com, Senin (6/4/2020) mengungkapkan, jumlah mahasiswa asal Beutong Ateuh Banggalang.
Mereka kuliah pada sejumlah perguruan tinggi di Banda Aceh, Meulaboh dan Lhokseumawe hingga 30 orang lebih.
• VIDEO - Azan Berkumandang di Masjid Tabakeve Albania, Tak Seorang Pun Jamaah Hadir
“Dengan kondisi saat ini, kami hampir setiap hari naik gunung yang terjal membahayakan nyawa untuk mendapatkan jaringan internet,” kata Samsuardi, mahasiswa kuliah di Meulaboh.
Menurutnya, keluhan yang sangat dirasakan mereka ketika hujan melanda serta mereka harus belajar di badan jalan dengan sejumlah kawan-kawannya.
“Kondisi mendesak saat ini adanya keringanan di kampus dan pemerintah membuatkan sebuah tempat di lokasi kami kuliah di atas gunung saat ini.
Kami terpaksa duduk di badan jalan di atas gunung,” katanya.
Dikatakannya, kebutuhan mendesak lain harapan dibangunkan jaringan tower internet atau paket data sehingga daerah mereka tidak terus terisolir.
“Selama ini yang baru bisa terlayani daerah kami hanya telepon dengan jaringan Telkomsel," ujarnya.(*)
• Mobil Wakil Jaksa Agung Kecelakaan, Ini Harga Sedan Nissan GT-R35 yang Dijuluki Monster dari Jepang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kuliah-daring-akibat-covid-19.jpg)