Rabu, 22 April 2026

Update Corona di Malaysia

Malaysia Ungkap Dua Titik Baru Penyebaran Virus Corona, Salah Satunya Berada Dekat Indonesia

Dia mendesak masyarakat untuk tidak mendiskriminasi atau menyalahkan pasien atau kelompok orang yang terhubung dengan kelompok infeksi Covid-19.

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/twitter Kementerian Kesihatan Malaysia @KKMPutrajaya
Direktur Jenderal Kesehatan, Kementerian Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah saat memberikan keterangan pers, Senin (6/4/2020). 

Laporan Agus Ramadhan | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Malaysia ungkap dua titik penyebaran baru kasus virus corona di negaranya pada Senin (6/4/2020).

Dua titik itu berada di Bangi, Negara Bagian Selangor dan Kuching, Negara Bagian Sarawak.

Kota Kuching sangat dekat dengan wilayah Kalimantan Barat.

Hampir seluruhnya wilayah Sarawak berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Melansir dari Free Malaysia Today, Selasa (7/4/2020), dua titik penyebaran baru itu adalah kluster jemaat gereja di Kota Kuching dan pesta perkawinan di daerah Bangi, Selangor.

Kedua kluster tersebut menyumbang peningkatan kasus terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19 di Malaysia.

Direktur Jenderal Kesehatan, Kementerian Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah mengatakan bahwa dua kluster ini termasuk yang terbesar setelah kluster anggota Masjid Sri Petaling di Kuala Lumpur.

Abdulah juga mengungkapkan bahwa pesta perkawinan di Bangi juga berkaitan dengan pertemuan anggota Masjid Sri Petaling.

Banyak Warga Sembunyikan Riwayat Perjalanan, Baru 553 Orang Terdata, Sebagian Besar dari Malaysia

Pernah Dirawat di Banda Aceh, Kini Warga Pidie Ini Menjalani Perawatan di RSUD Tgk Chik Di Tiro

Ini Jumlah Perlengkapan Medis yang Dibeli Pemkab Aceh Singkil dalam Menghadapi Covid-19

Pasalnya, tamu yang menghadiri pesta perkawinan itu juga ada anggota Masjid Sri Petaling.

“Pada 6 April 2020, 88 kasus telah dikonfirmasi positif dari kluster ini, termasuk satu kasus yang sedang dirawat di unit perawatan intensif. Namun, tidak ada kematian yang dilaporkan terkait dengan kluster ini," kata Abdullah.

Ia mengatakan kelompok infeksi Bangi kemudian berkembang menjadi infeksi generasi kelima.

Artinya, seseorang telah terpapar virus corona namun tidak menimbulkan gejala, sehingga menginfeksi empat orang lainnya.

Abullah sebelumnya menyatakan bahwa 62% kasus hingga akhir Maret berasal dari acara Sri Petaling, dengan sekitar 1.000 kasus dinyatakan positif.

Kemudian, jemaat gereja di Kuching telah menginfeksi 83 orang, dengan dua kasus kematian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved