Sosok
Kisah Ida Agustina Melawan Covid-19, Bagikan Masker dan Disinfektan Buatannya ke Warga Abdya
Begitu juga cairan disinfektan, sebutnya, cairan itu merupakan hasil racikannya sendiri, yang juga berkonsultasi dengan sejumlah anak kesehatan lingk
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Dua
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Menggunakan masker dan sarung tangan, Ida Agustina tampak semangat menyambangi rumah keluarga yang diduga positif corona berdasarkan rapid test RSUTP.
Sebagian warga setempat, tidak menyangka wanita yang memakai baju gamis hitam mengenakan jilbab coklat susu yang datang ke gampong mereka itu, adalah istri Bupati Abdya Akmal Ibrahim SH.
Kehadiran wanita itu tak lain untuk menyerahkan sembako, masker, dan cairan disinfektan kepada keluarga pasien yang diduga positif corona.
Masker kain dan cairan disinfektan yang dibagikan itu, merupakan buatanya sendiri.
Saat menyerahkan bantuan itu, berulang kali, Ida memberikan suport dan motivasi kepada pihak keluarga.
Bahkan, Ida tak lupa menganjurkan kepada keluarga dan tetangga sekeliling rumah pasien tersebut, agar memakai masker saat keluar rumah, hindari keramaian dan menyemprot disinfektan di rumah.
Karena, kata Ida, dengan melakukan penyemprotan disinfektan itu, bisa membunuh virus corona.
• Bisa Tampung 1000 Makam, Pengusaha di Tasikmalaya Hibah 1 Hektar Tanah Untuk Pemakaman Korban Corona
• Cegah Wabah Corona, Begini Lafal Niat Shalat Tarawih di Rumah Berjamaah dan Sendiri
• Cegah Pendemi Covid 19 Yonkav 11/MSC Semprotkan Disinfektan, Ini Lokasinya
Ketua TP PKK Abdya, Ida Agustina mengatakan bantuan yang diberikan itu, sebagai bentuk kepedulian dan rasa empati terhadap keluarga yang diduga positif corona.
"Ini sebagai bentuk suport dari kami kepada keluarga, agar keluarga tetap semangat, dan tetap menjaga kesehatan. Mengingat, selama 14 hari, keluarga harus diisolasi mandiri," ujar Ketua TP PKK Abdya, Ida Agustina.
Ida berharap hasil swap laboratorium Jakarta, agar pasien dinyatakan negatif, dan pasien bisa sembuh dan berkumpul kembali dengan keluarga.
"Semoga hasilnya swab lab jakarta negatif, dan kita semua terhindar dari penyakit ini," katanya.
Selain kepada keluarga yang diduga positif corona, Ida mengaku juga menyerahkan masker, disinpektan, terhadap keluarga yang masuk dalam daftar orang dalam pemantauan (ODP).
"Selain kepada keluarga ODP, kita juga menyerahkan masker dan disinfektan kepada tetangga, dan petugas puskesmas. Ini sebagai upaya dan pencegahan penyebaran virus corona," ungkapnya.
Salah satu uapaya agar virus corona tidak menyebar di Bumo Brueh Sigupai, Ida Agustina telah membuat 1.000 masker kain, serta cairan disinfektan yang diracik sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bantuan-8787.jpg)