Breaking News:

Serbuan Belalang Hancurkan Lahan Pertanian, Satu Juta Warga Ethiopia Butuh Bantuan

Negara Ethiopia mendapat serbuan miliaran ekor belalang, sehingga sekitar 200.000 hektare lahan pertanian hancur

AFP/TONY KARUMBA
Ribuan ekor belalang mengelilingi sebuah lahan pertanian di Afrika. 

SERAMBINEWS.COM, ADDIS ABABA - Negara Ethiopia mendapat serbuan miliaran ekor belalang, sehingga sekitar 200.000 hektare lahan pertanian hancur.

Kondisi itu membuat sekitar satu juta orang membutuhkan bantuan pangan darurat, jika tidak, akan terancam kelaparan, lapor PBB, Senin (13/4/2020).

Temuan dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), yang baru-baru ini menyimpulkan penilaian bersama pemerintah Ethiopia, datang ketika wilayah tersebut bersiap-siap kedatangan kawanan baru yang bahkan bisa lebih menghancurkan.

Tak Pernah Mandi, Wanita Suku Himba Disebut Wanita Tercantik di Afrika

Miliaran belalang, beberapa di antaranya membentu kawanan seukuran Kota Moskow, telah melewati sebagian besar Afrika Timur, termasuk Ethiopia, Somalia, Kenya, Djibouti, Eritrea, Tanzania, Sudan, Sudan Selatan, dan Uganda.

Perkembangbiakan mereka telah didorong oleh salah satu musim hujan tertinggi di wilayah ini dalam empat dekade terakhir.

Di Ethiopia, salah satu negara miskin di Afrika, belalang telah menyebabkan klerusakan luas lahan gandum dan jagung, serta mengurangi lahan penggembalaan ternak.

Sekitar 75 persen warga Ethiopia yang membutuhkan bantuan makanan darurat, termasuk yang tinggal di wilayah Somalia dan Oromia.

Cegah Covid-19: Polisi di Afrika Tembakkan Peluru Karet dan Gas Air Mata Saat Berlakukan Jam Malam

Perwakilan FAO Ethiopia, Fatouma Seid, Senin (13/4) mengatakan petani dan penggembala membutuhkan bantuan dalam bentuk pertanian dan transfer tunai melalui dana darurat.

Bahkan, negara miskin ini juga diperburuk dengan wabah virus corona yang telah menginfeksi puluhan orang.

"Sangat penting untuk melindungi mata pencaharian penduduk yang terkena dampak serangan belalang yang diperparah dengan krisis COVID-19," kata Seid, merujuk pada penyakit yang disebabkan oleh virus corona.

Ethiopia telah mencatat hanya 74 kasus COVID-19, tetapi pengujian masih terbatas dan para ahli khawatir tentang sistem kesehatan negara itu yang lemah.

Muncul Penyakit Misterius di Afrika, Pasien Alami Mata Menguning dan Pendarahan hingga Meninggal

Pandemi ini juga berdampak ekonomi yang melumpuhkan di banyak negara, menghancurkan pekerjaan, menghilangkan sistem perdagangan dan menekan jalur pasokan melalui pembatasan gerakan.

Situasi belalang, sementara itu, kemungkinan akan semakin buruk.

Pekan lalu, FAO memperingatkan peningkatan besar-besaran belalang di seluruh wilayah akan menimbulkan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap keamanan pangan dan mata pencaharian penduduk Benua Hitam itu.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved