Senin, 18 Mei 2026

Krisis Covid 19

Virus Corona tak Terkendali, Israel Libatkan Tokoh Lintas Agama Berdoa Covid-19 Segera Berakhir

Para pemuka agama Yahudi, Islam, Kristen, dan Imam Druze melaksanakan doa bersama di Taman Bahai Kota Haifa, bagian utara Israel.

Tayang:
Editor: Taufik Hidayat
twitter @ofirgandelmen
Doa bersama tokoh lintas agama di Taman Bahai di kota Haifa Israel utara pada Senin (6/4/2020). 

Laporan Agus Ramadhan

SERAMBINEWS.COM – Dunia saat ini telah dilanda dengan sebuah virus yang belum ditemukan vaksin atau obatnya.

Hingga Senin (13/4/2020), 1.8 juta orang diseluruh dunia terinfeksi covid-19 dan 114 ribu orang telah dilaporkan meninggal.

Virus yang muncul dari Kota Wuhan, China ini telah meyebar di 210 negara dan wilayah.

Sementara itu sekutu Amerika Serikat, Israel mengumumkan kasus virus corona kemarin, Minggu (12/4/2020).

Wakil direktur jenderal Departemen Kesehatan Israel, Itamar Grotto mengatakan ada penambahan 402 kasus positif sehingga total terinfeksi menjadi 11.145 orang termasuk 183 orang menggunakan alat ventilator.

Sementara itu, jumlah kasus yang meninggal dilaporkan mencapai 105 orang, laporan media The Jerusalem Post.

Itamar mengkalim bahwa Israel berada dalam tahap peyebaran virus corona yang cukup stabil.

“Dapat dikatakan bahwa kita berada dalam situasi yang relatif stabil dan kami dalam fase berhenti. Sekarang, kita perlu melihat bagaimana kita keluar dari ini,”katanya.

Dia mengatakan bahwa walaupun ada hasil yang tidak terduga dari wabah di Bnei Brak dan beberapa komunitas haredi lainnya, yang hanya akan terlihat dalam beberapa hari ke depan.

Namun, dalam menghadapi virus corona yang tak terkendali itu, Israel meminta bantuan para tokoh lintas agama untuk memanjatkan doa agar virus ini segera berakhir.

Para pemuka agama Yahudi, Islam, Kristen, dan Imam Druze melaksanakan doa bersama di Kotamadyta Haifa.

Doa lintas agama ini dilakukan di Taman Bahai di Kota Haifa Israel utara pada awal pekan lalu.

"Atas permintaan kotamadya Haifa, seorang rabi, seorang pendeta, seorang imam dan pemimpin spiritual komunitas Druze telah berdoa bersama untuk mengakhiri #coronavirus #pandemic,"kata juru bicara Perdana Menteri Israel, Ofir Gendelman di akun Twitternya, Senin (6/4/2020).

"Itu bagian dari pertarungan bersama kita melawan # COVID19." Pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Israel telah menutup akses masuk dan keluar Kota Bnei Brak.

Kota itu menjadi pusat penyebaran virus corona paling banyak dan terburuk di Israel.

Israel memasang penghalang jalan pada hari Jumat (3/4/2020) untuk menutup kota Yahudi ultra-Ortodoks yang sangat sudah terpapar virus corona.

Peraturan darurat yang disetujui kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Kamis (2/4/2020) malam menyatakan Kota Bnei Brak, dekat Tel Aviv,  adalah "zona terbatas" karena tingginya tingkat infeksi.

Penutupan kota itu memungkinkan pihak berwenang untuk memperketat pembatasan dan pergerakan penduduk.

"Bnei Brak sedang dikunci, pada pagi ini, dan polisi akan mencegah pergerakan di dalam atau di luar kota," kata juru bicara kepolisian, Micky Rosenfeld.

"Orang-orang hanya diperbolehkan masuk atau keluar karena alasan medis atau dukungan medis," timbal Rosenfeld.

Kantor Perdana Menteri Israel kemudian mengatakan militer akan membantu pemerintah kota memberikan layanan kepada warga.

Pasukan tentara mengatakan akan menyediakan makanan, obat-obatan, dan bantuan lain yang diperlukan.

Kota Bnei Brak telah menjadi pusat virus corona di negara itu dan sekarang kota itu telah menyerupai kota hantu.

Kota ini telah dikecam oleh beberapa warga Israel yang menuduh kaum Haredi atau ultra-Ortodoks  sebagai peyebar virus.

Penduduk kota Bnei Brak telah melemahkan upaya nasional untuk mengendalikan virus mematikan itu.(*)

Termometer Palsu Hanya Menunjukkan Angka 37 Derajat Celcius, Dijual Online di Tengah Krisis Covid-19

Jokowi Minta Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Corona segera Direalisasikan: Ini Sangat Mendesak

Pengakuan Oknum PNS Curi Ratusan Boks Masker di Rumah Sakit, Tak Menyangka Aksinya Bakal Ketahuan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved