Mursil Komit Jaga Perbatasan, Minta Bantuan kepada Plt Gubernur
Bupati Aceh Tamiang Mursil kembali menekankan komitmennya bersama TNI/Polri untuk menjaga perbatasan sebagai upaya mencegah
KUALASIMPANG - Bupati Aceh Tamiang Mursil kembali menekankan komitmennya bersama TNI/Polri untuk menjaga perbatasan sebagai upaya mencegah masuknya virus Corona ke Aceh.
Komitmen ini disampaikan Mursil langsung kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah melalui teleconference pada Rabu (15/4) siang.
Kegiatan yang diikuti Forkopimda Aceh dan seluruh kepala daerah se-Aceh untuk membahas masalah dalam percepatan penanganan Covid-19, khususnya dalam menyambut puasa. “Sudah tiga minggu kami bersama Kapolres dan Dandim dan didukung Perhubungan dan Kesehatan tetap komit menjaga perbatasan. Aceh harus berterimakasih kepada Aceh Tamiang,” kata Mursil.
Mursil menggambarkan situasi pengamanan perbatasan Aceh – Sumatera Utara yang dipusatkan di Terminal Kualasimpang masih diwarnai minimnya peralatan dan petugas. Dia berharap Nova bersedia mengirim petugas dan peralatan tambahan untuk memperkuat pengawasan agar tidak kecolongan oleh pendatang yang terpapar virus Corona.
“Terima kasih kepada Dishub Aceh yang sudah membantu satu bilik disinfektan, tapi ini masih kurang. Kami masih perlu dua atau tiga lagi bilik disinfektan,” terangnya. Bilik disinfektan ini menurutnya cukup penting agar tidak terjadi penumpukan penumpang di Terminal Kualasimpang.
“Sebab pada malam hari, biasanya bus dari Medan itu rapat-rapat jaraknya. Jadi kalau cuma satu, kasihan penumpang harus mengantre lama untuk diperiksa,” ujarnya. Mursil juga menyampaikan kebutuhan rapid test agar penyaringan terhadap orang masuk semakin ketat. Apalagi kata dia, kondisi Aceh Tamiang sangat dipengaruhi dengan kebijakan Malaysia yang melakukan lockdown.
Kebijakan ini berdampak pada pemulangan TKI berskala besar ke Aceh Tamiang. “Kalau bisa VCR (visual conversion reaction) lebih bagus lagi, supaya pemeriksaan terhadap orang masuk bisa lebih maksimal,” bebernya.
Dalam kesempatan itu Mursil meminta izin kepada Nova menggunakan gedung panti jompo sebagai pusat isolasi terhadap orang yang baru datang dari luar negeri. Sejak berdiri, gedung ini menurutnya belum pernah digunakan sehingga cukup layak difungsikan sementara sebagai ruang isolasi Covid-19.
“Hanya saja belum dilengkapi listrik, air dan tempat tidur, kami juga minta bantuan pak Gubernur agar mendukung rencana kami ini,” tuturnya.
Terpisah, Kadis Perhubungan Aceh Tamiang, Syuibun Anwar yang menjadi koordinator posko bersama penanggulangan penyebaran virus Covid-19 menjelaskan hingga kini belum ada petugas yang mendapat bantuan APD.
Padahal sebagai orang yang paling terancam terpapar virus mematikan ini, sudah selayaknya seluruh petugas dibekali APD dan suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh. “APD yang digunakan petugas itu dibeli sendiri, sejauh ini belum ada bantuan dari Pemerintah Aceh. Kami berharap ada perhatian, termasuk untuk makan minum petugas selama di poko,” kata Syuibun. (mad)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bus-asal-medan-tujuan-banda-aceh-diperiksa-petugas-di-terminal-kualasimpang-aceh-tamiang.jpg)