BKSDA Aceh Periksa Bangkai Gajah
Tim dokter dari BKSDA Aceh, bersama petugas sejumlah intansi terkait melakukan olah TKP, dan nekropsi bangkai gajah
IDI - Tim dokter dari BKSDA Aceh, bersama petugas sejumlah intansi terkait melakukan olah TKP, dan nekropsi bangkai gajah yang ditemukan di kawasan perkebunan sawit, Dusun Blang Gading, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peuruelak, Aceh Timur, Jumat (17/4).
Sebelumnya kematian Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) itu ditemukan oleh Hasbi pencari pakan ternak, pada Rabu (15/4), kemudian petugas dari Polsek dan Koramil Ranto Peureulak bersama petugas CRU Serbajadi, melakukan pengecekan awal.
Kegiatan ini merupakan proses tindak lanjut dari hasil pengecekan awal adanya bangkai gajah di sekitar areal Afdeling 3 PT Dwi Kencana/ PT Makmur Inti Bersaudara, Dusun Blang Gading, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur berdasarkan informasi dari masyarakat.
Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto SHUt mengatakan dari hasil nekropsi yang dilakukan secara makroskopis bahwa kematian gajah tersebut diduga karena keracunan (toxicosis). Selain itu, terdapat perubahan warna pada isi lambung dalam saluran cerna gajah, serta juga ditemukan benda asing berupa serbuk hitam yang terbungkus di dalam plastik bening.
“Namun untuk mengetahui kepastian penyebab kematian gajah, sampel bagian organ dalam gajah dan barang temuan yang ada di sekitar lokasi akan dikirim ke pusat laboratorium forensik untuk dilakukan uji toksicologi,” ungkap Agus Arianto.
Hasil nekropsi juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada bangkai gajah seperti luka tusuk, sayat, peluru, sengatan listrik, bakar, ataupun benturan. Sedangkan hasil olah TKP, berjarak 100 meter dari bangkai gajah ditemukan bahan insektisida untuk pertanian berupa cairan merah dan bubuk yang terbungkus plastik dan tergantung pada pohon.
Kepala BKSDA Aceh menyebutkan, kondisi bangkai gajah sudah mengalami pembusukan (autolysis), karena gajah mati diperkirakan sudah sepuluh hari. Gajah berjenis kelamin betina, perkiraan umur antara 8-10 tahun dengan berat sekitar 1 ton.
Selanjutnya terkait proses penanganan kematian gajah, jelas Agus, BKSDA Aceh akan terus berkoordinasi dengan pihak Polres Aceh Timur dan Gakkum Wilayah I Sumatera.
Olah TKP, dan nekrospi dilakukan oleh, tim BKSDA Aceh yang terdiri dari drh Rosa Rika Wahyuni MSi, drh Ridwan dan Andi Aswinsyah, petugas Resort Langsa dan CRU Serbajadi bersama dengan pihak Polres Aceh Timur dan Polsek Ranto Peureulak yang juga diikuti oleh Intel Kodim 0104/Aceh Timur, Gakkum Wilayah I Sumatera, KPH 3, FKL, dan WCS. (c49)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tim-dokter-dari-bksda-aceh-bersama-petugas-dari-intansi.jpg)