Berita Abdya
Bupati Abdya Bolehkan Keuchik Beli Masker untuk Warganya, Antisipasi Covid -19
Saya sarankan, masker kain, yang dijahit oleh masyarakat setempat, sehingga bisa menambah pemasukan warga setempat," ujar Bupati Abdya, Akmal Ibrahim
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Nur Nihayati
Saya sarankan, masker kain, yang dijahit oleh masyarakat setempat, sehingga bisa menambah pemasukan warga setempat," ujar Bupati Abdya, Akmal Ibrahim
Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim SH mempersilakan keuchik menggunakan dana desa untuk pembelian masker dan alat pengukur suhu.
"Saya minta keuchik di masing-masing gampong, bisa mempergunakan dana desa untuk membeli masker.
Saya sarankan, masker kain, yang dijahit oleh masyarakat setempat, sehingga bisa menambah pemasukan warga setempat," ujar Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH saat menggelar pertemuan dengan para wartawan, Senin (20/4/2020) di Pendopo Bupati.
Dalam pertemuan yang turut dihadiri Wakil Bupati, Muslizar MT, Sekda Abdya, Drs Thamrin, Dandim 0110 Abdya, Letkol Czi M Ridha Has MT dan Ketua DPRK Abdya, Nurdianto itu, Akmal meminta masker kain itu dibagikan seluruh masyarakat setempat, sehingga bisa memutus mata rantai penularan virus corona.
"Insya Allah, surat edarannya sudah dibagikan kepada masing-masing gampong," sebutnya.
• 6.760 Kasus Positif Corona di Indonesia, 747 Sembuh, 590 Meninggal, Kasus Baru dari 13 Provinsi
• Tersisa Dua Warga Berstatus ODP di Lhokseumawe, Begini Kondisi Mereka
• Anggota DPRA dan Tamu Diperiksa Suhu Tubuh Sebelum Ikut Rapat Paripurna
Selain membeli masker dan alat pengukur suhu, Akmal juga membolehkan desa membuat tempat cuci tangan, dan fasilitas lain penunjang pencegahan penyebaran virus corana tersebut.
"Kalau tidak cukup anggaran, tunda dulu kegiatan dan pembangunan, alihkan dana itu untuk persoalan covid-19 ini, karena yang paling itu keselamatan dan nyawa masyarakat," tegasnya.
BLT
Terkait bantuan langsung tunai (BLT), Akmal meminta keuchik tidak terlalu kaku dalam membagikan uang BLT tersebut. Karena, persentase penggunaan BLT untuk masing-masing gampong itu, adalah 30 hingga 35 persen dari total anggaran desa masing-masing.
"Kalau saya hitung dengan Pak Sekda, semua warga Abdya dapat BLT ini, tapi kan tidak mungkin semuanya, ada kriteria yang ditentukan," sebutnya.
Menurut Akmal, yang tidak boleh adalah warga yang menerima PKH, bantuan pangan non tunai atau BPNT, dan PNS, selain itu dan kurang mampu, maka boleh mendapatkan BLT tersebut.
"Jadi, keuchik harus profesional, jangan pilih kasih, apalagi kalau ada tumpangan tindih menerima bantuan. Kalau ada, akan saya tindak," pungkasnya. (*)