Breaking News:

Update Corona di Bireuen

Masyarakat Bireuen Diminta Tidak Sembunyikan Traveller, Ini Tujuannya

"Karena jika berbohong maka sangat berbahaya bagi seluruh masyarakat Bireuen terutama tim medis yang menangani," pesan Husaini.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
Hand-over dokumen pribadi
Husaini SH MM, Juru bicara tim gugus Bireuen 

"Karena jika berbohong maka sangat berbahaya bagi seluruh masyarakat Bireuen terutama tim medis yang menangani," pesan Husaini.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM- Mencegah penyebaran covid-19, masyarakat Bireuen diminta untuk tidak menyembunyikan orang yang baru pulang (traveller) dari luar negeri atau daerah penularan virus corona.

Bila menyembunyikan dikhawatirkan akan mendatangkan masalah besar nantinya.

Hal itu disampaikan Plt Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi melalui juru bicara gugus tugas percepatan penanggulangan covid-19 Bireuen, Husaini SH MM dalam pertemuan dengan seluruh wartawan bertugas di Bireuen, Senin (20/04/2020).

Dalam pertemuan di pendopo bupati, Husaini mengharapkan kepada masyarakat untuk membantu tim gugus tugas dengan tidak menyembunyikan warganya yang baru pulang dari luar daerah.

Rumah Mak Nawiyah di Aceh Timur Terbakar, Begini Kronologisnya

Seorang Warga Sumut Meninggal, Setelah Tabrakan Avanza dan Fuso di Peureulak, Aceh Timur

Masyarakat Masih Enggan Pakai Masker, Sembilan Organisas Berkolaborasi Beri Edukasi

“Begitu ada yang pulang segera beritahu perangkat desa, tenaga kesehatan dan mengikuti protokol penanganan covid-19 diantaranya dengan karantina mandiri atau karantina di gedung diklat Cot Batee Geulungku, Pandrah,” ujarnya.

Para traveler yang baru pulang begitu tiba di kampung halaman untuk tidak bercampur baur dulu dengan masyarakat, tapi mengikuti karantina selama 14 hari.

"Apabila menderita demam, batuk, pilek, apalagi disertai sesak nafas, segeralah menghubungi fasilitas kesehatan
terdekat agar bisa segara kami tangani dengan cepat dan dibawa ketempat karantina di Batee Geulungku," sebut Husaini.

Ditambahkan, bagi orang dalam status Orang dalam Pemantauan (ODP) serta traveller saat ditanyai petugas tentang keluhan kesehatan dan riwayat perjalanan jawablah yang benar dan berikan informasi seadanya dan tidak menutup-nutupi.

Bila tidak jujur akan mendatangkan masalah terutama bagi keluarga, tenaga medis, teman serta masyarakat desa.

"Karena jika berbohong maka sangat berbahaya bagi seluruh masyarakat Bireuen terutama tim medis yang menangani," pesan Husaini.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Amir Addani M Kes menjawab wartawan dalam usaha pencegahan Covid-19, masyarakat diimbau agar tetap mentaati protap dianjurkan pemerintah.

Selain itu juga supaya tetap pakai masker, melaksanakan olahraga, makan makanan bergizi dan juga hindari kontak langsung dengan orang baru pulang dari daerah terpapar virus Corona.

Dikatakan, saat ini data terbaru yang diterima sekretariat gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 Bireuen, jumlah traveller 406, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 14 dan 13 orang lainnya mengikuti karantina di gedung Diklat UPTB Batee Geulungku, Pandrah. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved