Berita Bireuen
Ratusan Warga Gampong Baroe Peudada Ikut Padat Karya Tunai, Ibu-ibu Dapat Upah Rp 100.000 Per Hari
Ratusan warga Desa Gampong Baroe, Kecamatan Peudada, Bireuen, Aceh, ikut padat karya tunai, di desa tersebut, selama dua hari, Senin-Selasa....
Penulis: Ferizal Hasan | Editor: Jalimin
Laporan Ferizal Hasan I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Ratusan warga Desa Gampong Baroe, Kecamatan Peudada, Bireuen, Aceh, ikut padat karya tunai, di desa tersebut, selama dua hari, Senin-Selasa (20-21/4/2020).
Ratusan warga yang ikut Padat Karya Tunai (PKT) tersebut, terdiri dari kaum laki-laki hingga ibu-ibu rumah tangga, kaum remaja, pemuda dan orang tua.
Keuchik Gampong Baroe Peudada, Tarmizi didampingi Peutuha Tuha Peut, M Husen kepada Serambinews.com, Selasa (21/4/2020) mengatakan, seluruh warga yang ikut Padat Karya Tunai tersebut, mayoritas warga kurang mampu.
"Mereka melakukan normalisasi atau pembersihan saluran desa sepanjang 4.000 meter yang tersebar di sejumlah lorong di desa kami dan membersihkan pekarangan meunasah serta tempat-tempat umum lainnya," kata Tarmizi.
Mereka bekerja selama dua hari mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB.
Sebut Keuchik, setiap warga miskin yang ikut padat karya tunai tersebut, diberikan upah sebesar Rp 100.000 per orang per hari yang bersumber dari anggaran dana desa.
"Padat Karya Tunai ini kami laksanakan di desa kami, sebagai tindak lanjut dari intruksi Kementerian Desa Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) RI," kata Tarmizi.
Terang Tarmizi, warga kurang mampu bekerja selama dua hari mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB.
PKT ini juga ikut dipantau atau didampingi oleh Babinsa dan Bhabinkantibmas serta pendamping desa.
Ikut juga melibatkan Tuha Peut, Tuha Lapan dan seluruh perangkat desa.
"Kami melaksanakan intruksi Kemendes PDTT, sebagai upaya untuk menghidupkan ekonomi masyarakat dampak pandemi Covid-19," pungkasnya.
Warga Gampong Baroe Peudada, Zulkifli Yusuf, mengatakan, dengan padat karya tunai ini, masyarakat dapat rezeki untuk memenuhi kenutuhan rumah tangga di tengah wabah virus corona.
"Selain itu desa kami juga semakin bersih dan bebas dari berbagai macam penyakit, terutama bebas dari virus corona," kata Zulkifl.(*)
• Pemkab Aceh Besar Tutup Lokasi Wisata Terbesar Untuk Cegah Covid-19, Ini Lokasi Wisatanya
• Pemerintah Aceh Siagakan Rapid Test di Posko Perbatasan Aceh Tamiang
• Empat Terpidana Terlibat Kasus Zina dan Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Aceh Utara Dicambuk