Sabtu, 25 April 2026

Corona Serang Dunia

48 Kru Kapal Pesiar Costa Atlantica Positif COVID-19

Sebanyak 48 kru kapal pesiar yang berlabuh di kota Nagasaki, Jepang, dinyatakan positif virus Corona, Kamis (23/4/2020).

Editor: M Nur Pakar
AFP/STR / JIJI PRESS
Kapal pesiar Costa Atlantica berlabuh di pelabuhan Nagasaki, Jepang dan 48 dari 600 kru dinyatakan positif virus Corona pada 22 April 2020. 

SERAMBINEWS.COM, NAGASAKI – Sebanyak 48 kru kapal pesiar yang berlabuh di kota Nagasaki, Jepang, dinyatakan positif virus Corona, Kamis (23/4/2020).

Costa Atlantica pertama kali tiba di Nagasaki pada Januari 2020 untuk menjalani perbaikan, dengan sekitar 600 awak.

Para pejabat berharap untuk menguji semua kru pada akhir minggu ini dengan sekitar 200 hingga 300  tes dilakukan pada Kamis (23/4/2020).

Selama akhir pekan, operator kapal menghubungi pihak berwenang untuk mencari bantuan untuk menguji para kru ada di kapal, seperti dilansir AFP, Kamis (23/4/2020).

Empat tes awal yang dilakukan di kapal mengungkapkan infeksi pertama pada Senin (20/4/2020), dengan pengujian tambahan di antara 57 awak menemukan total 34 kasus pada Rabu (22/4/2020).

Pada Kamis (23/4/2020), 66 hasil tes baru mengungkapkan 14 infeksi tambahan, kata pejabat Nagasaki, Katsumi Nakata kepada wartawan.

Darurat Corona, Kapal Pesiar Bebas Masuk Perairan Kepulauan Banyak Aceh Singkil

BPKS Tunda Kunjungan Kapal Pesiar, Tindak Lanjut Surat Wali Kota Sabang

Sabang Tolak Kunjungan Kapal Pesiar, Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Ke-14 orang itu sendirian di kabin mereka, kata Nakata.

Setidaknya satu anggota awak telah dikirim ke rumah sakit dan memerlukan ventilator, tambahnya.

Jepang telah menangani satu wabah virus di kapal pesiar , Diamond Princess, yang merapat di Yokohama setelah seorang mantan penumpang dinyatakan positif mengidap penyakit itu.

Pihak berwenang memerintahkan karantina di kapal, tetapi lebih dari 700 orang akhirnya tertular virus dan 13 di antaranya meninggal dunia.

Secara keseluruhan, Jepang telah melihat wabah yang relatif kecil dibandingkan Eropa atau Amerika Serikat, dengan hampir 12.000 infeksi dan sekitar 290 kematian yang tercatat.

Tetapi lonjakan infeksi baru-baru ini telah menimbulkan kekhawatiran, menekan fasilitas kesehatan setempat dan mendorong pemerintah untuk mengumumkan keadaan darurat selama sebulan yang akan berlangsung hingga 6 Mei 2020.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved