Senin, 11 Mei 2026

Eka Rizkina Pesan 10.000 Masker dari IRT  

Anggota DPRK Aceh Besar, Eka Rizkina SPd, memesan 10.000 ribu mask­er kain dari para ibu rumah tangga (IRT).

Tayang:
Editor: bakri
IST
Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar, Eka Rizkina SPd (kiri) memperlihatkan masker kain yang mereka order dari ibu-ibu di Gampong Lambadeuk, Kecamatan Peukan Bada 

JANTHO - Anggota DPRK Aceh Besar, Eka Rizkina SPd, memesan 10.000 ribu mask­er kain dari para ibu rumah tangga (IRT). Masker itu ia pesan dari sejumlah IRT yang memiliki keahlian men­jahit di berbagai gampong di Kecamatan Peukan Bada, Lhoknga, dan Leupung.

Tiga kecamatan ini merupakan Dapil II Aceh Besar yang merupakan Dapil Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar itu. Kemudian, nanti masker ini juga akan ia ba­gi-bagi gratis kepada mas­yarakat Aceh Besar. Eka Riz­kina mengatakan pembagian masker ini demi mencegah penyebaran virus corona.

Selain itu, pemesanan alat pelindung diri ini melalui para IRT itu juga untuk memberdayakan mereka di tengah masa ‘darurat’ corona saat ini.

Menurut srikandi PKS di DPRK Aceh Besar ini, be­berapa hari lalu, ia bersama relawan PKS mengunjungi ibu-ibu penjahit masker itu di Gampong Lambadeuk, Keca­matan Peukan Bada.

Kunjungannya itu dalam rangka Milad ke-22 PKS dan Hari Kartini. Para ibu-ibu itu ada­lah sosok Kartini yang menginspirasi wanita Indonesia. Oleh karena itu, perlu pemberdayaan kepada mereka. Apalagi saat ini di tengah situasi sulit bekerja atau mencari rezeki di luar ru­mah. Nah, salah satu solusinya memberdayakan yang memiliki skill menjahit ini untuk mem­buat masker,” kata Eka Rizkina, Rabu (22/4/2020).

Seorang penjahit masker itu di Gampong Lambadeuk, Badri Munira, mengatakan program ini sangat membantu keluarga mereka. Apalagi, ia yang mengaku sebagai petani padi beberapa waktu lalu ga­gal panen karena kemarau panjang. Sedangkan suamin­ya yang hanya tukang becak, saat ini juga sulit mendapat­kan penumpang, apalagi di masa ‘darurat’ corona ini.

“Dengan adanya kegiatan menjahit masker ini, tentu sangat membantu kami me­menuhi kebutuhan di rumah tangga,” katanya. Ia menga­ku bekerja menjahit masker ini tiga orang dan mendapat omzet Rp 4 juta, padahal han­ya menghabiskan waktu kerja tiga atau empat hari.

“Kita harapkan pemerin­tah ikut memperhatikan semua warga, terutama warga kurang mampu yang terkena imbas wabah ini,” harapnya. (dab/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved