Kamis, 4 Juni 2026

Jalan ke Singkohor Putus Lagi, Timbunan Hanyut Digerus Hujan Deras

Jalan menuju ke Kecamatan Singkohor, Aceh Singkil, putus lagi. Putusnya jalan ini merupakan kejadian kesekian kalinya setelah jembatan

Tayang:
Editor: bakri
Dok: Riky
Camat Singkohor, Aceh Singkil, Riky Yodiska bersama TNI dan warga memperbaiki jembatan di kawasan Lae Hame dengan memasang titian, Kamis (23/4/2020). Ambruknya jembatan membuat jalan ke Singkohor putus, sehingga kendaraan roda empat tak bisa melintas. 

SINGKIL - Jalan menuju ke Kecamatan Singkohor, Aceh Singkil, putus lagi. Putusnya jalan ini merupakan kejadian kesekian kalinya setelah jembatan di kawasan Lae Hame, Singkohor yang ambruk pada Desember 2019 lalu, hanya diperbaiki dengan cara ditimbun. Timbunan tersebut hanyut akibat hujan deras mengguyur wilayah tersebut sepanjang Rabu (22/4/2020) malam hingga Kamis (23/4/2020) kemarin. Dampaknya, jalan tersebut kembali putus.

Joni Syahputra, warga Lae Pinang, Singkohor kepada Serambi, kemarin, mengatakan, jalan itu kembali putus pada Rabu (22/4/2020) sekitar pukul 21.00 WIB. Joni mengaku mengetahui kejadian tersebut lantaran saat kejadian ia melintasi lokasi itu. Joni berharap, jembatan yang ambruk hingga memutus jalan tersebut segera diperbaiki secara permanen. "Jangan menunggu ada korban dulu baru diperbaiki," ujarnya.

Keberadaan jalan lintas Gunung Meriah-Singkohor tersebut, menurut Joni, sangatlah vital. Lantaran tidak ada jalan alternatif lain di kawasan tersebut. "Ini satu-satunya jalan alternatif penghubung Singkohor ke Kecamatan Gunung Meriah. Harus kita pikirkan bagaimana nanti jika masyarakat Singkohor mau rujuk ke RSUD Aceh Singkil, tidak bisa lewat," ulasnya.

Tak bisa melintas

Dampak dari putusnya jalan menuju Singkohor itu menyebabkan transportasi kendaraan roda empat dari kedua arah tidak bisa melintas. Kecuali sepeda motor masih bisa lewat dengan melintasi titian batang kelapa dan papan yang dipasang darurat di lokasi jalan putus. "Tadi malam (Rabu malam-red) putusnya. Sempat ditimbun tapi karena hujan lebat timbunan terbawa air," kata Wanhar Lingga, warga Kota Baharu yang melintas di lokasi pada Kamis (23/4/2020).

Jalan itu, sebut Wanhar, merupakan lintas Kecamatan Gunung Meriah-Singkohor-Kota Baharu, dan sebaliknya. Keberadaan jalan sangat vital sebab merupakan penghubung dua kecamatan serta menuju sentra industri perkebunan kelapa sawit.

Sementara itu, putusnya jalan menuju ke Singkohor bukanlah kejadian yang pertama. Pada 11 Desember 2019, jalan itu juga putus di kawasan Lae Hame. Bahkan, kala itu putusnya jalan sempat membuat Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid dan pejabat lain terjebak di lokasi ketika hendak pulang dari arah Singkohor.

Namun, atas perintah Bupati pada malam itu juga jalan yang putus tepat di jembatan kecil tersebut ditimbun agar bisa kembali dilintasi. Sayangnya perbaikan tidak dilakukan secara permanen, hanya sekedar untuk bisa dilintasi. Oleh karena itu, pada titik jalan putus yang merupakan jembatan kecil tersebut lambat laun tergerus air sungai. Erosinya semakin parah dengan turunnya hujan deras sehingga timbunan tersebut hanyut dibawa air, dan jalan kembali putus.(de)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved