Senin, 13 April 2026

Corona Serang Dunia

Keluarga Palestina Kebingungan, Bantuan Ramadhan belum Ada

Langkah-langkah menjaga jarak dan dampak parah ekonomi dari pandemi, juga berimbas pada kegiatan amal selama Ramadhan, terutama distribusi makanan dan

Editor: M Nur Pakar
AFP / CHRISTIAN RIZZI
Foto petugas kesehatan diproyeksikan ke atap Masjid Omar Ibn Al-Khattab di Foz do Iguacu, Brasil 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Langkah-langkah menjaga jarak dan dampak parah ekonomi dari pandemi, juga berimbas pada kegiatan amal selama Ramadhan, terutama distribusi makanan dan sumbangan lainnya.

Salah Jibril, seorang pria Palestina yang menganggur, tinggal bersama istri dan enam anaknya di sebuah apartemen dua kamar yang sempit di Jalur Gaza, mengatakan tidak yakin keluarganya akan bertahan tanpa sumbangan Ramadhan.

"Pasar dan masjid ditutup. Orang-orang baik yang memberi kami uang atau bantuan setiap Ramadan menghadapi situasi sulit," katanya.

"Ini Ramadhan terberat yang kita hadapi. Kita tidak tahu bagaimana kita akan menghadapinya," ujarnya.

VIDEO - Pasukan Israel Tembak Mati Pria Palestina di Pos Militer Yerusalem Timur

Wabah Corona Membuat Rakyat Palestina di Gaza Semakin Menderita, Badan PPB UNRWA Tangguhkan Bantuan

Kehancuran ekonomi yang diakibatkan oleh lockdown membuat separuh dari planet ini berada di dalam ruangan sangat besar, dengan dunia menghadapi penurunan terburuk sejak Depresi Hebat, seperti dilansir AFP, Jumat (24/4/2020).

Anggota parlemen AS menutupi wajah dengan topeng saat memberikan suara dalam kelompok kecil untuk menyetujui rencana stimulus 483 miliar dolar AS, dari total paket 2,2 triliun dolar AS yang sudah ditetapkan.

Uang itu untuk mendukung bisnis kecil yang berada di ambang kebangkrutan dan rumah sakit AS , ditambah lebih dari 26 juta orang kehilangan pekerjaan sejak pandemi melanda.

Sedangkan Muslim di seluruh dunia menandai bulan suci Ramadhan di bawah kuncia virus korona yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Jumat (24/4/2020).

AS terus menambah setengah triliun dolar lagi ke paket stimulus yang sudah sangat besar untuk membangkitkan kembali ekonomi.

Virus ini telah menjungkirbalikkan kehidupan di seluruh planet ini.

Ketika negara-negara berusaha menghentikan penyebaran penyakit yang telah merenggut hampir 190.000 nyawa, menginfeksi hampir 2,7 juta orang dan menghancurkan ekonomi global.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved