Viral Medsos

Menyedihkan, Anak Kucing Ini Terikat di Dalam Kantong Plastik dan Dibuang di Pinggir Jalan

Sangat memilukan saat melihat kejamnya pemilik hewan peliharaan tertentu yang membuang hewan peliharaan mereka.

Editor: Taufik Hidayat
Facebook Persatuan Haiwan Malaysia–Malaysia Animal Association
Kucing yang dibuang pemiliknya di Malaysia. 

SERAMBINEWS.COM - Dapat disepakati bersama bahwa pandemi Covid-19 telah membuat keadaan sulit bagi kita dan kita semua hanya berharap untuk masa yang akan datang menjadi lebih baik.

Tapi, itu tidak memberikan alasan bagi siapa pun untuk memperlakukan hewan dengan kejam di tengah-tengah masa kritis sekarang ini.

Sangat menyedihkan mendengar bahwa jumlah hewan yang ditinggalkan telah meningkat baru-baru ini, tetapi bahkan lebih memilukan melihat kejamnya pemilik hewan peliharaan tertentu, untuk membuang hewan peliharaan mereka.

Dikutip dari Bernama, pengabaian hewan di Kuala Lumpur telah meningkat tiga kali lipat sejak diberlakukan Movement Control Order (MCO) atau pembatasan pergerakan  dibeberapa wilayah dimulai.

Data statistik telah ditunjukkan  oleh Asosiasi Hewan Malaysia (MAA) ketika berbicara tentang peningkatan jumlah kucing dan anjing yang ditinggalkan di jalanan.

Melalui halaman Facebook ‘Persatuan Haiwan Malaysia – Malaysia Animal Association’ atau MAA, mereka menyatakan tiga anak kucing dibuang dengan cara yang paling tidak manusiawi ketika mereka ditemukan dalam kantong plastik yang diikat, Rabu, (22/4/2020).

Menurut postingan mereka, anak-anak kucing malang ini ditemukan di dalam kantong plastik yang diikat di pinggir jalan Taman Supreme, Kuala Lumpur.

MAA mendesak pihak berwenang untuk menegakkan hukum dalam hal memiliki hewan peliharaan untuk memastikan bahwa masalah serupa seperti ini tidak akan terjadi di masa depan.

Sebelum ini, MAA juga melaporkan insiden menyedihkan lainnya pada 21 April di mana dua anak kucing yang baru lahir dibuang ke dalam sebuah kotak tempat sampah yang terletak di dekat lokasi toko di Desa Pandan, Kuala Lumpur.

Dilaporkan bahwa tim penyelamat berusaha sekuat tenaga untuk menyadarkan anak kucing yang baru lahir dan masih membutuhkan ibu mereka.

Memiliki hewan peliharaan adalah komitmen yang serius dan seseorang harus memiliki rasa yakin bahwa mereka dapat memelihara hewan dengan baik.

Postingan yang di unggah akun Facebook MAA kini tengah viral di media sosial Facebook.

Tindakan itu pun lantas membuat warganet geram, banyak diantaranya mengecam atas aksi tidak manusiawi tersebut.

“Gila betul, kucingnya mau lemas itu dalam plastik. Kasian dia kucing ini tak bersalah sekurang-setidaknya  bagilah makan. Aku sedihlah ada orang yang buat gitu sama hewan yang cantik, imut, istimewa, bijak dan sebagainya memang sedih tak ada orang yang sayang padanya,” ujar netizen.

“Jahat betul hati org yg lakukan perbuatan ini.. ayo kucing Oyen.. Saya banyak kutip kucing sakit dijalanan. Walaupun Susah hati senang kalau lihat dia sehat dan Ceria..30 ekor. Kalau dekat, saya akan pelihara  si oren,”

“Itulah namanya manusia...sikap penting diri melebihi segalanya...tapi kalau karma terjadi baru tahu langit tu tinggi ka rendah...ia akan dibalas didunia, tambah netizen.

Hingga kini, postingan itu telah disukai lebih dari 4,100 kali dan sebanyak 740 kali telah dibagikan oleh warganet.

Sebagai informasi tambahan, berikut ini ada lima cara untuk merawat kucing liar, seperti dilansir dari The Malaysian Times, Sabtu, (25/4/2020).

1. Lakukan Trap-Neuter-Return untuk semua kucing.

Program trap-neuter-return  adalah cara yang aman untuk mengendalikan populasi kucing liar.

Prioritas nomor satu ketika menemukan seekor kucing atau koloni kucing adalah dengan menjebak mereka secara aman dan manusiawi dan memastikan mereka dikurung dan divaksinasi.

Ini memastikan bahwa kucing akan hidup lebih lama, hidup lebih sehat.

Betina tidak akan hamil atau perlu dirawat, dan kucing jantan tidak akan berkelahi atau mencari pasangan.

2. Sediakan makanan dan air.

Sediakan makanan dan air untuk kucing secara teratur.

Jika memungkinkan, beri makan sesuai jadwal rutin dan keluarkan makanan yang tidak dimakan dalam waktu 30 menit. Makanan yang duduk bisa menarik serangga dan satwa liar.

3. Sediakan tempat berteduh.

Anda mungkin ingin menyediakan tempat berlindung bagi kucing. Ini dapat melindungi mereka dari elemen berbahaya dan membantu Anda mencegah mereka mengganggu tetangga.

Pantau kucing seperti kesehatannya, kucing baru yang mungkin memasuki koloni, dan upaya Trap-Neuter-Return yang sedang berlangsung.

4. Bantu kucing dan manusia hidup berdampingan.

Luangkan waktu di dekat kandang dan bicaralah dengan nada menenangkan hingga kucing tampak tenang ketika Anda berada di dekatnya.

Jika kucing terbiasa dengan kehadiran Anda dan tidak lagi bertingkah liar, Anda bisa memberikan ruangan yang lebih luas untuk bergerak.

Biarkan kucing meninggalkan kandangnya, namun tetap berada di ruangan kecil yang aman untuk kucing.(Serambinews.com/Firdha Ustin)

Berhasil Ajak Ratusan Ribu Orang untuk Donasi Covid-19, Rachel Vennya Justru Tolak Penghargaan MURI

Personel Patroli Kota Sabhara Tiba, Ratusan Pembalap Liar Kocar-kacir Menyelamatkan Diri

Kim Yo Jong Dinilai Lebih Kejam Bila Menjadi Pemimpin Korea Utara

Ledakan Kedua Wabah Baru Virus Ancam Iran

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved