Rabu, 3 Juni 2026

Terlalu Lama Berlayar di Samudera Atlantik, Pasangan Ini Baru Tahu Dunia Dilanda Virus Corona

Mereka berangkat pada 28 Februari 2020 di mana saat itu berita pandemi virus corona mulai menyebar dengan angka kematian masih sedikit.

Tayang:
Editor: Amirullah
Facebook/@sailingkittiwake via dailymail.co.uk
Pasangan yang berlayar di Samudera Atlantik, Sabtu (25/4/2020). 

Namun ketika kapal yang ditumpangi mencapai Pulau Bequia, Karibia, mereka baru mengetahui jika sejumlah pelabuhan menutup perbatasan.

"Kami pertama kali mencoba berlabuh di salah satu pelabuhan Karibia, tapi semua pelabuhan ditutup. Saat itu kami berpikir mungkin ini tindakan pencegahan agar tidak menanggung risiko (terpapar virus corona)," sambung Osborne.

"Lalu kami membeli beberapa data internet dan langsung membuka berita. Kami berdua shyok melihat beritanya," kata Manighetti.

Manighetti mengatakan, karena ia adalah warga negara Lombardy, Italia, pihak berwenang tak mengizinkannya mendarat karena dampak virus corona bisa saja berasal dari tempat asalnya.

Seperti diwartakan dalam theguardian.com, Italia merupakan satu daerah yang terkena dampak besar dari pandemi virus corona.

"Setelah 3 hari tiba di Karibia, Ryan menunjukkan artikel harian dari laman NY Times yang mengatakan jika negaraku menjadi negara paling parah di dunia (terkena dampak pandemi). Aku sama sekali tidak tahu dan langsung menghubungi ayah di rumah," lanjutnya.

Dengar Kisah Hijrah Dewi Sandra, Luna Maya Nangis dan Merasa Tak Pantas Untuk Berdoa

Selain Buahnya Nikmat Dikonsumsi, Ternyata Daun Sirsak Memiliki Manfaat Bagi Kesehatan

()

Pasangan yang berlayar di Samudera Atlantik (Facebook/@sailingkittiwake via dailymail.co.uk)

Ketika ia mencoba menghubungi ayahnya, ayah Manighetti hanya menjawab "Oh kamu sudah tahu? Jangan panik. Ya memang benar kabar itu".

Manighetti juga memberi kabar ke keluarganya jika ia dan pasangannya baik-baik sana setelah kurang lebih 6 minggu menghabiskan waktu berlayar.

Pasangan itu saat ini sedang berada di Bequia, Saint Vincent dan tidak dapat melanjutkan perjalanan pelayaran lagi karena tak ada perbatasan yang dibuka.

Mereka mengatakan jika ingin melanjutkan perjalanan menjelajahi Karibia sebelum Juni.

"Kami khawatir terjebak di antara musim badai (lautan) dan di tengah pandemi virus corona," lanjutnya.

 (TribunTravel.com/Nurul Intaniar)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Terlalu Lama Jelajahi Samudera Atlantik, Pasangan Ini Baru Tahu Virus Corona Sedang Melanda Dunia

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved