Update Corona di Aceh
Cegah Penyebaran Covid-19, TNI AL Amankan 20 Pekerja Diduga Migran Ilegal di Tanjung Balai
20 TKI yang diduga Ilegal tersebut diamankan terdiri 13 Orang Laki-Laki dan 7 orang Wanita termasuk 1 balita Perempuan.
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Nur Nihayati
20 TKI yang diduga Ilegal tersebut diamankan terdiri 13 Orang Laki-Laki dan 7 orang Wanita termasuk 1 balita Perempuan.
Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM,BELAWAN - Lanal Tanjung Balai Asahan Lantamal I, Koarmada I di bawah Tim (Fleet One Quick Response) F1QR kembali melakukan penangkapan Kapal Nelayan Jenis Sampan.
Kapal nelayan ini diduga memuat 20 orang Pekerja Migran tanpa dokumen resmi (Ilegal) yang melakukan perjalanan dari Negara Malaysia di Tanjung Siapi-Api Kabupaten Asahan, pada Minggu (26/4/2020).
Komandan Lanal Tanjung Balai Asahan, Letkol Laut (P) Dafris Datuk Syahrudin, MSc MS, melalui Letda Laut (S) Mega Patinurjaya Papen Dinas Penerangan Lantamal I Medan, mengatakan bedasarkan informasi yang diperoleh Tim F1QR Lanal TBA melakukan pengecekan.
Sehingga dengan melakukan pergerakan serta pengejaran menggunakan Kapal Patkamla (Patroli Keamanan Laut) TBA I-1-61.
• Aries HB Ketua DPRD Muara Enim Ditangkap KPK, Cek Kesehatan Sebelum Dibawa ke Jakarta
• Nagan Salurkan 7.127 Paket Sembako
• Paspotmar Lanal Lhokseumawe Bagi Masker ke Pengguna Jalan untuk Cegah Pandemi Covid-19
“Sekitar Pukul 01.30 mengamankan kapal nelayan yang dicurigai dan langsung melaksanakan penangkapan terhadap Kapal Nelayan tersebut selanjutnya diperiksa dan dibawa ke Posmat Bagan Asahan, Lanal TBA guna pemeriksaan lanjutan," tulis Letda Laut (S) Mega Patinurjaya Papen Dinas Penerangan Lantamal I Medan.
Setibanya di Posmat Bagan Asahan Lanjutnya, seluruh penumpang Kapal diperiksa dengan menerapkan protap pemeriksaan pada saat Pandemi COVID-19 oleh Satgas COVID-19 Lanal Tanjung Balai Asahan.
“Tim melakukanpemeriksaan kesehatan, cek pengukuran suhu badan dan penyemprotan cairan disinfektan kepada penumpang, barang bawaan maupun kapal yang digunakan tetap dilakukan sebagai antisipasi penyebaran virus corona,” katanya.
Danlanal melalui Letda Laut (S) Mega Patinurjaya menambahkan 20 TKI yang diduga Ilegal tersebut diamankan terdiri 13 Orang Laki-Laki dan 7 orang Wanita termasuk 1 balita Perempuan.
Saat ini setelah menjalani proses pemeriksaan kesemuanya dalam kondisi baik.
Sementara itu jelas Letda Laut (S) Mega Patinurjaya, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) I Belawan, Laksma TNI Abdul Rasyid, SE MM, melalui keterangannya di Belawan mengatakan, TNI AL, dalam hal ini Lantamal I Koarmada I melalui Pangkalan Angkatan Laut di Wilayah Kerjanya, tidak akan mengendorkan pengawasan terhadap jalur-jalur masuk secara Ilegal melalui laut.
“Kita selalu perintahkan untuk terus patroli rutin, patroli intelijen tetap kita lakukan dan intensitasnya dinaikan, Kita tidak akan mengambil risiko besar pada waktu seperti saat ini.
Dimana Negara sedang mewaspadai Pandemi COVID-19 terutama penyebarannya yang dikhawatirkan datang dari luar negeri, TNI AL Khususnya Lantamal I Koarmada I melalui lanal-lanal jajarannya akan terus meningkatkan tugas patroli yang merupakan hal rutin dilaksanakan terutama di tempat-tempat yang disinyalir menjadi jalur-jalur masuk secara Ilegal, " demikian tegasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/memeriksa-kesehatan-pekerja-diduga-migran-ilegal.jpg)