Minggu, 12 April 2026

Corona Serang Dunia

Menkes Spanyol Rencanakan La Liga, Ini Pernyataannya

Menteri Kesehatan (Menkes) Spanyol, Salvador Illa, Minggu (26/4/2020) mengatakan dirinya tidak bisa berjanji musim sepak bola akan dimulai lagi

Editor: M Nur Pakar
AFP/ File/LLUIS GENE
Pertandingan La Liga Spanyol saat masih berlangsung sebelum dihentikan pada 13 Maret 2020. 

SERAMBINEWS.COM, MADRID - Menteri Kesehatan (Menkes) Spanyol, Salvador Illa, Minggu (26/4/2020) mengatakan dirinya tidak bisa berjanji musim sepak bola akan dimulai lagi.

Dia menegaskan kemungkinan  sebelum musim panas akan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi lockdown.

"Saya tidak bisa memberi tahu Anda sekarang, jika sepak bola profesional akan dapat memulai kembali sebelum musim panas,” jelasnya.

“Itu akan tidak bijaksana bagi saya," katanya dalam pengarahan harian tentang pandemi virus Corona.

Salvador Illa tampak sangat hati-hati atas rencana La Liga untuk menguji para pemain terhadap virus sebelum kembali berlatih.

Padahal musim telah dihentikan sejak 12 Maret 2020 dan dia mengatakan akan memberikan prioritas kepada para pemain untuk melanggar kebijakan pemerintah.

"Tes diagnostik apapun harus tersedia untuk seluruh wilayah," kata Illa.

Dia menegaskan sebelum pemain dapat kembali ke lapangan,

Wali Kota Madrid Rencanakan Lanjutan La Liga, Ini Dia Skenarionya

Kelanjutan Liga 1 2020, PSSI tak Ingin Ikut Negara Lain yang Menggelar Pertandingan tanpa Penonton

The Times Laporkan Rencana Bergulirnya Kembali Liga Premier

mereka harus menjalani tes skrining COVID-19 dan akan terus dipantau secara teratur.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, Sabtu (25/4/2020) mengumumkan warga akan diizinkan untuk berolahraga dan berjalan-jalan mulai akhir pekan depan.

Namun, keadaan darurat diperpanjang hingga 9 Mei 2020.

Tidak seperti kebanyakan negara lain, sejak memberlakukan lockdown pada 14 Maret, Spanyol tidak mengizinkan siapapun keluar untuk jalan-jalan, jogging, atau naik sepeda.

Warga hanya diizinkan meninggalkan rumah untuk membeli makanan atau obat-obatan, berjalan-jalan sebentar dengan anjing atau mendapat layanan medis.

Dengan lebih dari 23.000 kematian akibat virus Corona, Spanyol menjadi negara dengan kematian tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Italia.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved