Rabu, 8 April 2026

Luar Negeri

Perancang Baju Balet Dibantu Musisi Orkestra Produksi Masker

Para pembuat kostum dari gedung opera di seluruh Prancis itu, mengalihkan bakat mereka yang sangat besar untuk memproduksi masker.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Anne-Christine POUJOULAT
Masker dengan beragam motif diproduksi di bengkel-bengkel Opera Marseille, Prancis selatan 

SERAMBINEWS.COM, PARIS – Para perancang kostum tutus dan rumit untuk para bintang opera dan balet terbesar di dunia beralih haluan.

Para pembuat kostum dari gedung opera di seluruh Prancis itu, mengalihkan bakat mereka yang sangat besar untuk memproduksi masker.

Sejak awal April 2020, Christine Neumeister, Direktur Kostum Opera Paris, telah berkeliling mengumpulkan masker yang dibuat oleh 30 desainernya di rumah.

Minggu pertama, mereka mampu menghasilkan 1.000 lembar masker untuk Palang Merah dan rumah sakit bersalin Paris.

Minggu berikutnya membuat jumlah yang sama untuk Badan Keselamatan.

Seorang perancang sedang menjahit masker dengan motif menarik
Seorang perancang sedang menjahit masker dengan motif menarik (AFP / Anne-Christine POUJOULAT)

Dikemas dalam "tas tutu" bertanda "Opera de Paris", mereka menjadi salah satu aksesoris perlindungan pribadi yang paling keren

Walaupun staf dari rumah mode Prancis, Dior dan Louis Vuitton juga telah secara sukarela mengubah tangan mereka untuk membuat masker.

"Kami memiliki bahan dan pengetahuan dunia mode," kata Neumeister, kelahiran Jerman.

"Ini juga bermanfaat bagi kita untuk mengetahui, bahwa pekerjaan kita, yang merupakan seni itu dapat berguna saat krisis ini," tambahnya.

"Nenek saya biasa mengatakan bahwa selama perang orang-orang yang bisa membuat sesuatu dengan tangan mereka adalah para pahlawan, raja dan ratu."

Dengan kekurangan masker untuk masyarakat umum dan bahkan staf medis dan panti jompo, para desainer ikut membantu.

Negara ini kemungkinan akan mewajibkan masker di beberapa ruang publik, ketika lockdown diperlonggar mulai 11 Mei 2020.

Pembuatan masker di departemen kostum rumah opera di seluruh Prancis dimulai dengan sungguh-sungguh, setelah resmi memasang di online pada akhir Maret 2020.

Neumeister "memilih masker dengan tiga lipatan yang menyerupai tim bedah dan yang memungkinkan bernafas lebih baik daripada model paruh bebek.

Dia mengatakan bahan dari poplin ringan dengan bulu kapas di tengah. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved