Berita Aceh Singkil

Pandemi Corona di Aceh Singkil, Proyek Pemerintah Distop, Harga Sawit juga Terpuruk, Ini Dampaknya

Terganggunya dua sektor perekonomian, berimbas pada penurunan daya beli masyarakat. Umpamanya pedagang takjil Ramdhan 1441 hijriah.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
Petani memanen sawit di kawasan Gosong Telaga Barat, Singkil Utara, Aceh Singkil, Minggu (23/2/2020). 

Terganggunya dua sektor perekonomian, berimbas pada penurunan daya beli masyarakat. Umpamanya pedagang takjil Ramdhan 1441 hijriah.

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Perekonomian di Aceh Singkil, stagnan akibat pandemi virus Corona.

Seba, dua sektor utama yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat di Kabupaten itu terganggu.

Yaitu komoditi kelapa sawit dan proyek pemerintah.

Proyek pemerintah stop lantaran terjadi refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

Memang ada yang berjalan seperti proyek pokok pikiran dewan, tapi nilainya tidak signifikan.

Kemudian, program padat karya tunai yang bersumber dari anggaran desa sebagain sudah berjalan.

Skorsing Dua Kadis oleh Bupati Aceh Jaya Diharap jadi Pembelajaran

Tapi hanya menggerakan ekonomi dalam skala kecil.

"Proyek penunjukan langsung di-pending dananya untuk penanganan Covid-19," kata Bupati Aceh Singkil, beberapa waktu lalu.

Nahasnya, saat proyek pemerintah stop, sawit yang merupakan komoditas andalan masyarakat Aceh Singkil, harganya terus terpuruk.

Jika sebelum wabah Corona, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani hampir menyentuh Rp 1.500 per Kg.

Kini hanya sekitar Rp 1.000 per Kg, itupun untuk TBS kualitas super.

Polres Nagan Raya Terima 10 APD Bantuan

Sedangkan TBS biasa, jauh dari pabrik harganya di bawah seribu.

"Harga sawit turus turun, terakhir jual hanya Rp 1.050 per kilo," kata Sarkawi, petani kelapa sawit, Selasa (28/4/2020).

Terganggunya dua sektor perekonomian, berimbas pada penurunan daya beli masyarakat.

Umpamanya pedagang takjil Ramdhan 1441 hijriah.

Pedagang mengaku, jika sebelumnya penganan yang dibuat habis sekali jualan jelang buka puasa.

Kini masih tersisa, disebabkan warga jarang datang membeli. (*)

Bupati Distribusikan 200 Ribu Masker, Target Satu Orang Satu Masker di Aceh Barat

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved