Minggu, 12 April 2026

Aceh Siapkan 10 Ribu Paket Bako ke Malaysia

Pemerintah Aceh sudah menyiapkan 10 ribu paket bahan pokok (bako) untuk didistribusikan kepada warga Aceh di Malaysia

Editor: hasyim
Kiriman Jafar Insya
Presiden Komuniti Melayu Acheh Malaysia (KMAM), Datuk Hj Mansyur (tiga dari kanan), bersama toke kedai runcit Aceh dalam sebuah kesempatan pertemuan membahas rencana pembentukan koperasi yang akan mewadahi para pedagang kelontong asal Aceh di Malaysia, awal tahun 2019. 

* Penyaluran Masih Terkendala Masalah Teknis

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh sudah menyiapkan 10 ribu paket bahan pokok (bako) untuk didistribusikan kepada warga Aceh di Malaysia yang kini terdampak lockdown akibat pandemi Covid-19 di negara itu. Paket bako tersebut rencananya akan didistribusikan dalam waktu dekat. Namun, rencana itu masih terkendala masalah teknis, dimana bantuan tersebut harus dikirim oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Asisten II Setda Aceh, HT Ahmad Dadek, mengatakan, penyiapan paket bako itu dilakukan Pemerintah Aceh menyahuti seruan bersama masyarakat Aceh di Malaysia pada 23 April lalu, yang meminta diperhatikan selama masa pandemi ini, termasuk berharap Pemerintah Aceh agar memulangkan mereka dari negeri jiran tersebut.

Karena mengirim bantuan ke Malaysia itu harus dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kemenlu, menurut Dadek, Pemerintah Aceh sudah menyurati Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku Gugus Tugas Penanganan COVID-19 dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia. Langkah itu, sambungnya, dilakukan dalam rangka menyahuti Seruan Bersama Masyarakat Aceh di Malaysia tanggal 23 April lalu.

Dalam surat tertanggal 27 April 2020 itu, Pemerintah Aceh menyatakan ingin menyalurkan sembako sebanyak 10.000 paket dengan nilai RM50 (50 ringgit Malaysia) per paket. Bantuan itu akan disalurkan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. "Kita surati Kepala BNPB dan Kemenlu karena kita tidak bisa langsung mengirim bantuan ini ke sana, harus izin dua negara, dalam hal ini Kemenlu. Menurut informasi yang kita terima, suratnya sudah dibaca, tapi balasannya masih kita tunggu," kata Dadek.

Dalam surat yang ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Pemerintah Aceh berharap sembako bantuan itu bisa disalurkan melalui KBRI di Malaysia. "Untuk itu, kami mohon bantuan Bapak/Ibu kiranya berkenan menugaskan Duta Besar Republik Indonesia di Malaysia agar berkenan membantu menyalurkan bantuan sembako dimaksud kepada masyarakat Aceh di Malaysia," jelas Dadek mengutip isi surat tersebut.

Atas nama Pemerintah Aceh, ia berharap Ketua BNPB dan Menlu segera memberi persetujuan tertulis terhadap surat tersebut. "Karena kita tidak bisa langsung mendistribusikan, satu-satunya jalan hanya melalui Kemenlu dengan menugaskan KBRI di sana. Bagaimana teknisnya nanti, itu urusan KBRI tentu berkoordinasi dengan perkumpulan masyarakat Aceh di Malaysia. Semoga segera ada jalan keluar, karena warga Aceh di sana juga menjadi perhatian Pemerintah Aceh," kata Ahmad Dadek.

Soal permintaan warga Aceh di Malaysia agar segera dipulangkan dari negara tersebut, Dadek mengatakan, hal itu merupakan domain Pemerintah Pusat. “Kita hanya bisa koordinasi saja. Dalam beberapa hari ini memang ada sejumlah pekerja Indonesia yang dibawa pulang, tapi itu urusan Pemerintah Pusat. Saat ini yang paling mungkin kita lakukan adalah menyalurkan sembako bantuan untuk saudara-saudara kita di sana (Malaysia)," kata Ahmad Dadek, kepada Serambi, Rabu (29/4/2020).

Sudah pernah disalurkan

Pada bagian lain, Dadek mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat Aceh di Malaysia bahwa sebelumnya secara komunitas, masyarakat Aceh dan pengusaha di Malaysia sudah menyalurkan sembako bantuan sebanyak 30 ribu paket. "Tapi, saat kita tanya nama-nama penerima tidak ada, kan aneh juga," ujarnya.

Karena itu, menurut Dadek, Komunitas Masyarakat Aceh di Malaysia menyarankan agar Pemerintah Aceh berkoordinasi dengan Menlu untuk meminta KBRI mendistribusikan bantuan tersebut. "Semoga segera ada jalan keluarnya, sehingga 10 ribu paket sembako ini bisa disalurkan. Bantuan tersebut kita khususkan kepada pekerja asal Aceh di sana yang terdampak lockdown akibat Covid-19," pungkas Ahmad Dadek. (dan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved